logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Mei 2005 EKONOMI
Line

Kasus Bank Mandiri Ancam Perbankan Nasional

JAKARTA- Pemerintah sebaiknya segera menyelesaikan persoalan kredit macet di Bank Mandiri yang sedang diselidiki Kejaksaan Agung agar tidak mengganggu sistem perbankan nasional.

"Reputasi Bank Mandiri anjlok dan harga sahamnya turun karena kasus ini. Ini bisa membahayakan industri perbankan nasional karena Bank Mandiri merupakan bank terbesar yang menguasai 18 persen aset perbankan nasional," kata pengamat perbankan Ryan Kiryanto, Senin (2/5). Kepercayaan masyarakat, lanjut Ryan, terhadap bank publik akan turun dan bisa membuat masyarakat memindahkan dananya ke bank asing yang ada di Indonesia.

"Masyarakat melihat bank besar seperti Mandiri saja bisa diobok-obok, apalagi bank lainnya. Pemerintah harus melindungi industri perbankan nasional, sebab kalau Bank Mandiri roboh sistem perbankan nasional bisa goyah," katanya. Turunnya reputasi Bank Mandiri, lanjut Ryan juga bisa membahayakan perekonomian nasional karena bisa berdampak dengan ditutupnya lagi fasilitas kredit seperti transaksi Letter of Credit (L/C) dari perbankan asing "Kalau hal ini sampai terjadi, kita akan dikucilkan lagi dari dunia internasional, krisis ekonomi bisa kembali mengancam," kata staf ahli di Bank BNI itu. Menurut Ryan, Kejaksaan Agung seharusnya juga menggunakan data hasil pemeriksaan Bank Indonesia dalam melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyelewengan pemberian kredit di Bank Mandiri. (ant-47)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA