| Selasa, 03 Mei 2005 | EKONOMI |
Maraknya Maskapai Penerbangan di A Yani (2-Habis)Hari Besar dan Minggu Agen Tiket Tetap BukaSALAH satu industri yang terkena imbas positif dari kemerebakan maskapai penerbangan yang melayani rute Semarang-Jakarta adalah perusahaan biro perjalanan. Mereka mempunyai makin banyak alternatif tiket yang bisa ditawarkan kepada calon konsumen. Apalagi harganya kian murah. Harga terendah rute tersebut yang ditawarkan adalah Rp 215 ribu. Salah satu perusahaan biro perjalanan besar di Jateng, yakni Nusantara Tour and Travel, bahkan menyambut penerbangan yang bertambah ramai itu dengan menambah hari operasional. Perusahaan itu tetap buka pada hari Minggu dan hari besar. Tentu saja selain memudahkan masyarakat memperoleh tiket, hal itu menguntungkan maskapai penerbangan karena distribusi tiketnya makin mudah. "Mulai 1 Mei 2005 kami memang buka pada hari Minggu dan hari besar lainnya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Sulistyowati, Supervisor Tiket Nusantara Tour and Travel yang memiliki dua ,kantor yakni Kompleks Pertokoan Simpanglima dan Gang Besen No 8 Semarang. Makin banyak maskapai yang melayani rute Semarang-Jakarta juga mendorong biro perjalanan berusaha memberikan pelayanan lebih baik. Selain tiket, Nusantara menawarkan paket-paket dan voucher hotel di Jakarta. Layanan lainnya adalah tiket diantar langsung ke alamat pemesan. "Itu untuk memberikan alternatif kepada masyarakat serta penumpang pesawat dari Semarang dan sebaliknya," tambahnya Menariknya, persaingan maskapai penerbangan di Semarang belum menjurus pada banting-bantingan harga. Setiap maskapai memiliki segmen pasar sendiri. Meski ada yang harga tiketnya terpaut ratusan ribu, tetap saja laku. Karakter pasar demikian berbeda dari persaingan yang terjadi pada rute Surabaya-Jakarta dan Yogyakarta-Jakarta. Saat ini rute lain yang cukup diminati adalah Semarang-Batam lewat Jakarta. Tarif yang dipatok juga cukup murah, yakni Rp 435 ribu, dan dilayani oleh pesawat Mandala. "Rute itu biasa diteruskan untuk perjalanan ke Singapura," jelasnya. Ancaman Mungkin, bagi pemain lama semacam Garuda dan Mandala tidak terlalu sulit mencapai target load factor atau tingkat isian penumpang pada saat belum banyak pesaing hadir di Semarang. Tapi sekarang ketika para pemain baru mulai berdatangan di rute tersebut tentu akan menjadikan persaingan yang serius, bahkan ancaman. Pada rute Semarang-Jakarta setiap operator baru, yakni Sriwijaya Air, Adam Air, dan Batavia Air menawarkan paket khusus kepada calon penumpang dengan harga tiket Rp 215 ribu-Rp 450 ribu. Namun nama besar Garuda tampak masih menjadi jaminan maskapai itu tidak akan kehilangan pasar dan tetap mematok tiket seharga di atas Rp 350 ribu. Lalu, apakah harga tikat murah sudah menjamin kualitas pelayanan maskapai penerbangan terhadap para penumpangnya? Sebab, tarif tiket sebesar itu hanya cukup untuk menutupi biaya operasionalnya. Belum lagi risiko pesawat tidak terisi penuh dan kerusakan yang menyebabkan penundaan atau pembatalan penerbangan. Semua bisnis memang berisiko. Semua maskapai penerbangan tidak dapat memastikan apakah penumpang akan penuh dalam satu kali penerbangan. Sekali lagi nama besar suatu maskapai dan kualitas pelayanannya sangat menentukan tingkat isian penumpang serta jaminan para penumpang tidak akan lari ke maskapai lain. Satu pertanyaan penting yang pantas diajukan adalah apakah semua maskapai penerbangan sudah memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan, mulai kesiapan pesawat hingga kemudahan memperoleh tiket? Kekhawatiran itu kelihatan diperhatikan betul oleh salah satu pendatang baru, yakni Adam Air. Selain mematok tarif murah seharga Rp 249 ribu, maskapai yang akan terbang perdana 5 Mei 2005 itu dalam promosinya menyatakan pesawat yang dipakai usianya paling muda, yakni Boeing 737-500 buatan tahun 1998. "Dengan pesawat baru tentu lebih terjamin kenyamanannya," ujar Gugi Saputra, Director of Sales Adam Air. Bagaimana dampaknya terhadap kereta api? Sejauh ini PT Kereta Api masih adem ayem menghadapi perusahaan penerbangan. "Bagi kami mereka (bisnis penerbangan-Red) bukan saingan walaupun menawarkan tiket murah. Masing-masing punya segmen sendiri," kata Suprapto, Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi IV Jateng. Hingga kini, menurut dia, tingkat isian penumpang kereta api berbagai kelas jurusan Semarang-Jakarta masih di atas 60%. (Renjani Puspasari, Arie Widiarto-27) |