logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Mei 2005 BANYUMAS
Line

"API" Tuntut Pendidikan Gratis

PURWOKERTO- Berbagai elemen mahasiswa dan kalangan pendidikan di Banyumas, kemarin, demonstrasi bergantian. Aksi itu bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Sekitar 50 mahasiswa dan pelajar anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) Purwokerto memulai aksi di alun-alun sekitar pukul 10.00. Sekitar pukul 13.30 datang Aliansi Pendidikan Indonesia (API) Banyumas, yang beranggota KAMMI, IMM, IRM, Front Mahasiswa Nasional (FMN), Forum Interaksi Guru Banyumas (Figurmas), HMI, BEN STAIN, BEM FISIP Unsoed, BEM UMP, dan Paguyuban Petani Banyumas (PPB).

IMM dan IRM menuntut pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya guru bantu. Mereka juga mendesak alokasi anggaran pendidikan 20% dipenuhi serta menuntut pendidikan murah bagi rakyat. Adapun API menuntut pemerintah segera merealisasikan pendidikan gratis serta serius memperhatikan nasib guru.

Bergantian

Massa IMM memulai aksi dari kampus STAIN di Jalan Ahmad Yani sekitar pukul 09.30. Setelah menggalang massa sekitar 30 menit, demonstran berjalan kaki ke sekretariat IMM dan IRM di Jalan Dr Angka, kemudian ke alun-alun Purwokerto.

Tiba di kompleks Kantor Bupati dan DPRD, mereka berorasi bergantian. Mereka juga membentangkan sejumlah poster bertuliskan tuntutan seperti ''Pendidikan Murah untuk Rakyat'', "Jamin Kesejahteraan Guru Bantu'', "Tolak Komersialisasi dan Diskriminasi Pendidikan'', dan ''Utamakan Pendidikan Moral''.

Massa IMM dan IRM bertemu massa API Banyumas di bundaran Sri Ratu. Mereka melanjutkan aksi ke RRI dan alun-alun. Tiba di alun-alun, massa API bergantian berorasi.

Saat mereka datang, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah berjaga-jaga dan menutup pintu masuk. Massa IMM dipimpin Emi Widyastuti, sedangkan API dipimpin Widodo Ratno P.

Saat massa IMM tiba di depan gerbang kabupaten, sejumlah anggota DPRD meminta aksi digeser ke lokasi lain atau tak menghalangi pintu masuk kompleks kabupaten. Sebab, saat bersamaan ada rombongan DPRD Pemalang yang melakukan studi banding soal pendidikan dan manajemen RSUD Banyumas.

Rombongan tamu akhirnya lewat pintu samping DPRD. Tiga anggota DPRD menemui pengunjuk rasa, yakni Agus Setiono, Sri Handayani, dan Muksonudin. Setelah membacakan pernyataan sikap, massa API mengakhiri aksi sekitar pukul 14.30. Mereka kembali ke kampus masing-masing. (G22-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA