logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Mei 2005 BANYUMAS
Line

Mata Tirem Bengkak Sebesar Buah Kelapa

AKIBAT terkena tumor, mata kiri Mbok Tirem (50) membengkak sebesar buah kelapa. Bola mata tertekan keluar sehingga tak berfungsi lagi. Selain itu, di bagian belakang kepala dan di punggung tumbuh daging.

Kini janda, ibu empat anak, itu dirawat di Ruang Edelweis RSUD Banyumas. Warga RT 2 RW 4 Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, itu dibawa ke rumah sakit setelah diurus anggota DPRD yang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS).

Selama di rumah sakit Tirem didampingi anak bungsunya, Kawen (28). Sang anak menuturkan dulu di bagian belakang kepala ibunya ada daging tumbuh. Tahun 1998 tumor itu dioperasi di RSUD Prof Dr Margono Soekardjo dengan biaya dari jaring pengaman sosial (JPS). Saat itu biaya operasi gratis, tetapi ada obat yang harus dibeli yang menghabiskan Rp 4 juta.

Setelah dioperasi, tutur dia, Tirem sehat. Namun beberapa bulan kemudian muncul gangguan di mata kiri. Alat penglihatan itu terasa sakit. Karena tak memiliki biaya, dia tidak berobat dan hanya bisa pasrah. Lama-lama muncul benjolan di mata kiri yang dari waktu ke waktu kian besar. ''Sebulan terakhir keluar darah dari lubang hidung kiri,'' tutur Kawen.

Penderitaan buruh tani itu kali pertama diketahui anggota DPRD Sardi SPt. Dia menginformasikan ke Komisi D yang kemudian mendatangi rumah Tirem bersama Kepala DKKS Khalid K. Setelah diketahui kondisinya parah, mantan istri Kamsidi (55) itu dibawa ke RSUD Banyumas.

Kemarin, anggota DPRD menengok Tirem di RS sekaligus berkoordinasi soal penanganan pasien itu. Rombongan terdiri atas Sardi SPt, Amrich HS, Imam Muhajir, LPAS Widyaningrum, Tri Yuliarsih, Werdiningsih, Sri Hastuti, dan H Machfudz. Mereka ditemui Direktur RSUD Dokter Hartono SPa, Dokter Dian Isworo SPm, dan Dokter Cipto Hariyono SpS yang menangani Tirem.

Pemeriksaan

Dian Isworo menyatakan Tirem masih tahap pemeriksaan untuk mengetahui secara pasti penyakitnya. Apakah tumor itu dari mata yang mungkin menyerang otak atau berpusat di otak yang menjalar ke mata. Pemeriksaan dilakukan dengan CT Scan untuk mengetahui persebaran tumor.

Jenis tumor juga akan diperiksa, termasuk ganas atau tidak. ''Kalau sumbernya di otak akan ditangani bersama dokter spesialis bedah saraf.''

Saat ini, kata dia, mata kanan Tirem sudah terkena penekanan dari tumor sehingga penglihatan berkurang. Namun sejauh ini kadar HB-nya masih normal.

Hartono menuturkan biaya pengobatan ditanggung PT Askes. Sebelum pasien itu memiliki kartu miskin, bisa memakai surat keterangan tak mampu dari desa. Pada prinsipnya pasien dengan kartu miskin tak boleh dikenai bayaran. ''Soal biaya tidak ada masalah.''

Dengan kepastian biaya dari asuransi, kata dia, rumah sakit merasa tenang menerima pasien kelas III karena ada jaminan pembayaran. Dulu tak ada jaminan. Pasien kelas III membayar bila mampu. Bisa pula sebaliknya. (Budi Hartono-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA