| Selasa, 03 Mei 2005 | BANYUMAS |
Harga Minyak di Pengecer DibahasPURWOKERTO-Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Hiswana Migas kini membahas harga minyak tanah di tingkat pengecer. Harga itu akan ditetapkan mengingat sejak kenaikan harga per 1 April, harga eceran minyak tanah di pengecer bervariasi antara Rp 1.100 dan Rp 1.200/l di perkotaan. Adapun di desa antara Rp 1.300 dan Rp 1.600/l. Sementara itu harga eceran tertinggi (HET) di pangkalan sesuai dengan keputusan Gubernur untuk Purwokerto Rp 950/l. ''Berapa harga eceran tertinggi minyak tanah di tingkat pengecer masih dikaji Dinas Perdagangan, Bagian Perekonomian, Hiswana Migas, dan instansi terkait. Kami masih mencari masukan dari kecamatan,'' kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Hedi Oromanu, seusai rapat membahas masalah itu, Sabtu (30/4). Rapat diikuti Bagian Perekonomian, Hiswana Migas, kepolisian, Dinas Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi, camat, dan lain-lain. Namun rapat belum bisa menetapkan harga eceran minyak tanah di tingkat pengecer yang akan diberlakukan di Kabupaten Banyumas. Dia mengemukakan untuk menetapkan harga perlu pengajian mendalam. Kenyataan di lapangan harga minyak tanah di tingkat pengecer jauh lebih tinggi daripada HET di pangkalan. Hal itu harus disikapi secara bijak. ''Wajar pengecer menjual minyak tanah dengan harga lebih tinggi karena untuk mendapatkan memerlukan tambahan biaya transpor sebab di daerah terpencil.'' Tidak Sama Penetapan harga minyak tanah di tingkat pengecer, kata dia, mempertimbangkan faktor jarak dan tingkat kesulitan. Harga eceran di kota dan desa terpencil tentu tidak sama. Bila sudah menemukan angka yang tepat akan dibuat keputusan Bupati sebagai patokan untuk menetapkan harga eceran tertinggi minyak tanah di tingkat pengecer atau harga eceran nyata (HEN). Dalam kemarin tersebut peserta memunculkan usulan angka untuk dijadikan harga di tingkat pengecer. Angka yang diusulkan untuk wilayah kota antara Rp 1.100 dan Rp 1.200/l, sedangkan di desa yang memerlukan tambahan transpor antara Rp 1.300 dan Rp 1.500/l. Sebelum menemukan angka yang tepat, tim yang terlibat penetapan harga eceran minyak tanah akan melakukan studi banding antara lain ke wilayah pantai utara Jateng. Ketua Hiswana Migas Banyumas, Anas Pribadi, seusai rapat menyatakan kini mendata jumlah pangkalan dan pengecer di Banyumas. Pendataan rutin dilakukan. Kali ini pendataan ulang untuk mengetahui ada tambahan pengecer atau tidak dan jarak yang ditempuh agar memperoleh gambaran yang tepat untuk mendapatkan angka yang wajar. Dia menuturkan meski harga bervariasi, yang penting Hiswana Migas bertekad kebutuhan minyak tanah terpenuhi. ''Sampai saat ini pasokan minyak tanah aman.'' (G23-53) |