| Rabu, 20 April 2005 | SALA |
Ojo LaliSpanduk Akan DicopotiBOYOLALI- Spanduk bakal calon bupati (cabup) dan wakil bupati (wabup) yang terpasang di kawasan Kota Boyolali, dalam pekan ini harus dilepas. Menurut Wakil Ketua Panwas Edy Sutedjo, sebelum dicopot pihaknya sudah memberitahu kepada pasangan bupati atau tim suksesnya. Diharapkan sebelum dicopot, pasangan bupati atau tim suksesnya sudah melepas sendiri. (shj-85ds) Tewas Tersetrum KLATEN - Slamet Narso Miharjo (65) tewas akibat kesetrum aliran listrik tegangan tinggi, Minggu (17/4) pukul 07.30. Warga Dukuh Gajihan, Desa Pandean, Kecamatan Jatinom, Klaten, itu sempat dilarikan ke RSU Pandanaran Boyolali, namun nyawanya tak bisa diselamatkan. Menurut informasi, pagi itu Slamet bermaksud menebang ranting pohon doyo di tegal garapannya. Secara kebetulan, pohon itu tumbuh di dekat kabel beraliran listrik tegangan tinggi yang mengalirkan listrik ke Desa Kiringan. Pria itu memanjat pohon dan memotong ranting; namun malang, ranting yang telah dipotong menimpa kabel tegangan tinggi. Akibatnya, aliran listrik dengan cepat merambat melalui pohon dan menyetrum tubuh korban. Mungkin karena kaget terkena aliran listrik, korban jatuh dari atas pohon setinggi 13 meter. (F5-80da) Penambangan Harus Izin BOYOLALI- Penambangan pasir di Kali Apu, Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali hingga kini masih terus berjalan. Namun sebelum melakukan penambangan, diharapkan harus minta izin ke Pemkab. Menurut Camat Selo Luwarno, dengan minta izin maka penambangan pasir dapat terkontrol dan tidak menimbulkan erosi. (shj-85ds) Studi Banding Hutan Rakyat WONOGIRI- Para tokoh masyarakat dari Kecamatan Berau, Kabupaten Tanjung Redep, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (19/4) melakukan kunjungan kerja ke Wonogiri untuk mengadakan studi banding soal pengelolaan hutan rakyat. Rombongan dipimpin Camat Berau, Ismansyah dan diterima Asisten Sekda Dwiputro Setyantomo. Dalam acara itu juga diadakan dialog tentang peran para pihak dalam mendukung sertifikasi pengelolaan hutan berbasis masyarakat lestari (PHBML). (P27-85s) Mengunjungi Museum Wayang WONOGIRI- Sebanyak 50 guru bidang studi bahasa Jawa dari Kabupaten Ponorogo, Jatim, mengadakan kunjungan wisata edukatif ke Museum Wayang Indonesia (MWI) di rumah joglo padepokan Pak Bei Tani, Desa Wuryantoro, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri. Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri Bambang Eko Sarwono menyambut baik kunjungan tersebut. Sebab, dengan studi banding itu memberikan tambahan pengetahuan bagi para guru untuk ditularkan kepada anak didik. (P27-85s) Ditinggal Masuk Pasar, Motor Hilang WONOGIRI- Sepeda motor Honda Grand 1996 Nopol B-6814-TW, milik Wasito (38), warga Dusun Mujing, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, hilang saat ditinggal pemiliknya masuk ke dalam Pasar Pracimantoro, Wonogiri. Saat itu, pemilik berbelanja ke pasar dan memarkir motornya di luar. Betapa kagetnya tatkala keluar dari pasar, dia tak lagi mendapati motornya di tempat parkir. Korban melaporkan kasusnya ke Kantor Polsek Pracimantoro.(P27-85s) Jatuh dari Pohon Tewas WONOGIRI - Parno (60), warga Dusun Nglarangan, Desa Jendi, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri tewas mengenaskan akibat jatuh dari pohon sengon yang ditebangnya. Muspika Girimarto, Selasa (19/4), menyatakan korban bermaksud menebang kayu sengon untuk membuat ramuan kerangka rumah. Sedianya, Parno merencanakan membangun rumah baru dengan menggunakan kayu miliknya. Dia memanjat pohon setinggi sekitar tujuh meter itu dan kemudian menebangi cabang-cabangnya. Namun nahas baginya, saat menebang salah satu cabangnya, dia terpeleset dan kemudian terjatuh bersamaan dengan putusnya cabang yang dia tebang itu. Dia terempas di tanah bebatuan dan menjadikan dirinya menderita luka parah. Korban dilarikan penolongnya ke RSUD Wonogiri. Akan tetapi karena lukanya parah, oleh dokter setempat dirujuk ke RS Surakarta. Sayang, dia meninggal dalam perjalanan.(P27-85j) |