| Rabu, 20 April 2005 | SALA |
Desa Wisata Menjadi Kekuatan Ekonomi LokalMINAT Pemerintah Kabupaten Sragen memiliki desa wisata sudah direncanakan cukup lama. Langkah untuk mewujudkan desa wisata di Kliwonan dan Pilang, Kecamatan Masaran sudah dirintis dengan penyusunan rencana tata ruang. Desa Kliwonan dan Pilang dipilih karena layak dengan kondisi masyarakat agraris, suasana pedesaan yang nyaman, dan ada sentra industri batik tulis. Batik tulis hasil kerajinan masyarakat setempat sudah melanglang buana. Berikut petikan wawancara Suara Merdeka dengan Kepala Bappeda Soeharto Moeksin. Sebagai calon desa wisata, fasilitas apa yang diprioritaskan untuk digarap? Infrastruktur di desa wisata harus tergarap. Di samping itu, pembenahan perajin di sektor produksi dan desain serta pembenahan lingkungan menjadi syarat mutlak untuk desa wisata, termasuk penataan lahan parkir untuk bus wisata. Apakah bisa diartikan desa wisata itu identik dengan desa batik? Bukan mutlak disebut desa batik. Desa wisata tidak akan mengubah pola masyarakatnya. Yang petani tetap bercocok tanam, tapi desa batik yang akan dijadikan desa wisata diharapkan akan memberikan multiflier effect untuk mengembangkan ekonomi masyarakat desa. Kultur sebagai daerah agraris tetap dipertahankan. Desa dengan potensi sebagai pusat kerajinan batik itu kalau dibiarkan akan stagnan. Sebaliknya kalau desa wisata itu berhasil, akan menjadi kekuatan ekonomi lokal. Benarkah desa wisata diprediksi bakal dikunjungi turis asing dan domestik? Sangat mungkin. Seperti Desa Kasongan, penghasil kerajinan gerabah, awalnya tidak dilirik turis. Namun sekarang banyak turis asing ataupun domestik bertandang ke Kasongan. Tak menutup kemungkinan kelak banyak turis berdatangan di sentra industri batik di Kliwonan dan Pilang. Turis bisa mencoba bagaimana membatik dengan canthing atau melihat proses pembuatan batik yang mereka belum pernah lihat karena di negaranya tidak ada. Kapan desa wisata diprediksikan bakal ramai? Mungkin bisa dua atau tiga tahun ke depan. Itu kan proses. Kalau belum ramai, kita benahi lagi mana yang kurang. Namun saya yakin, pasti akan banyak berubah. Sekarang saja ada sejumlah desainer batik kenamaan asal Jakarta yang kerap mengintip produk batik tulis lokal. Para turis juga sudah sering nongol. Manfaat yang bisa dipetik dari keberadaan desa wisata? Tentu saja masyarakat diharapkan lebih sejahtera karena bisa menangkap peluang kepariwisataan. Desa Kliwonan dan Pilang yang dekat dengan alur Bengawan Solo itu rencananya akan diberi dermaga. Kalau ada turis ingin menikmati penyeberangan sungai bisa dilayani dengan gethek atau perahu tambang. Meski di Desa Kliwonan ada jembatan gantung yang menghubungkan Desa Butuh Kecamatan Plupuh - Kliwonan, Kecamatan Masaran, bukan tidak mungkin turis asing menginginkan memilih diseberangkan dengan gethek atau perahu tambang. (Anindito AN-85n) |