logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 20 April 2005 SALA
Line

Ada Upaya untuk Menjegal Zainuddin

SUKOHARJO - Partai Bintang Reformasi (PBR) rencananya pada 26 April 2005 mengadakan Muktamar II di Hotel Sahid Jakarta. Sehubungan dengan itu, tim sukses KH Zainuddin MZ di Jateng dan daerah-daerah diminta merapatkan barisan. Bahkan tim Jateng telah wanti-wanti kepada DPC agar tetap pada komitmennya, yaitu mengangkat kembali kiai sejuta umat tersebut duduk sebagai Ketua Umum PBR.

''Mayoritas DPC di Jateng mendukung KH Zainuddin MZ, meskipun ada beberapa di antaranya yang berusaha menjegal kiai itu dari kursi calon Ketua Umum PBR untuk lima tahun mendatang,'' kata Moehammad Toat dan Ahmadi, tim sukses di Surakarta kemarin.

Dia mengatakan, Zainudin layak didukung karena dia berhasil mendudukkan beberapa kadernya di DPR, termasuk Zaenal Ma'arif. Kendati kader ini juga menyatakan minatnya untuk memperebutkan posisi ketua umum lima tahun mendatang. Bahkan PBR sebagai partai paling muda di antara beberapa partai yang ada mulai diperhitungkan keberadaannya oleh pemilih.

''Ini sebagai bukti bahwa kepemimpinan Zainuddin cukup berhasil, maka layak kita orbitkan kembali,'' ujar Toat. Dia juga mengatakan, tim sukses di Jateng telah menggalang kekuatan pada semua elemen masyarakat, termasuk beberapa kelompok pengajian di berbagai tingkatan. Walaupun kelompok itu disadari tidak dapat memberikan suaranya pada muktamar mendatang.

Dengan dukungan itu, kata dia, posisi Zainuddin sebagai kandidat ketua umum akan semakin kuat. Menurut Toat, di mata pendukungnya, dia paling layak jual dibanding dengan kandidat lain. Karena selain sebagai dai sejuta umat, ketokohannya di intern PBR juga belum tertandingi oleh yang lain. Bahkan belakangan ini ketokohannya mampu mewarnai kondisi perpolitikan nasional sehingga keberadaan PBR mulai diperhitungkan oleh lawan-lawan politik.

Lebih Bagus

Ke depan, kata dia, Zainuddin akan mengembangkan manajemen partai itu menjadi lebih bagus lagi. Di antaranya akan menjadikan PBR sebagai partai pembaru, terbuka, dan islami. Dengan demikian, siapa saja yang misi visinya cocok dengan partai itu, dapat langsung bergabung dengan dia.

PBR ke depan, lanjutnya, juga bercita-cita ingin menjadikan umat Islam mampu berperan konkret dalam berbagai bidang pembangunan. Tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek pembangunan. Caranya antara lain dengan mendudukkan kader-kader PBR terbaik dan militan dalam kepengurusan lima tahun mendatang. Dengan demikian, komitmen mereka dalam membangun umat pada masa mendatang tetap bulat. (G10-85dn)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA