logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 20 April 2005 SALA
Line

Ketua DPC PDI-P Bantah Menghilang

BOYOLALI - Ketua DPC PDI-P Kabupaten Boyolali Probo Suhartono yang sejak Jumat (15/4) dikabarkan menghilang mengaku tidak sakit hati dan dendam atas hujatan yang ditujukan kepada dirinya. Penyegelan kantor DPC yang berlanjut dengan pemblokadean pagar tidak membuat dirinya kecewa terhadap pimpinan anak cabang (PAC), satgas, dan pengurus ranting.

''Saya tidak pernah merasa sakit hati. Hujatan itu akan saya terima dengan lapang dada. Itu wajar dalam kehidupan politik,'' ujar Probo, Selasa kemarin. Dia menghubungi Suara Merdeka untuk memberikan klarifikasi atas pemberitaan media massa dalam beberapa hari ini.

Sejak kantor DPC digeruduk ratusan kader untuk meminta klarifikasi atas pencalonan pasangan Al-Hisyam dan Sururi, dia pergi ke salah satu tempat di wilayah Surakarta. Ini bukan berarti menghindar atau takut terhadap aksi demo yang menghujat dirinya.

''Kepergian saya dari rumah hanya untuk menenangkan situasi. Sebab kalau saya berkomentar, akan menimbulkan suasana panas. Karena itu, untuk sementara lebih baik diam dulu,'' ungkap dia yang tetap merahasiakan tempat sekarang dia berada.

Sebagaimana diberitakan, 18 PAC dan beberapa pengurus ranting, pekan lalu mendatangi kantor DPC untuk meminta klarifikasi kepada Probo Suhartono atas pencalonan pasangan Al-Hisyam dan Sururi sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati. Probo dinilai berkhianat dan menjual kepentingan partai untuk mendapatkan keuntungan.

Aksi demo PAC, satgas, dan pengurus ranting itu berlanjut penyegelan serta pemblokadean pagar kantor DPC. Bahkan, mereka mencoret-coret dinding partai dengan tulisan yang menghujat Probo. Ketua DPC itu dinilai meloloskan pasangan Al-Hisyam dan Sururi sehingga mendapatkan rekomendasi. Padahal, Al-Hisyam melanggar SK DPP Nomor 429.

Tugas Partai

Probo mengemukakan, apa yang dilakukan selama ini adalah menjalankan tugas partai, bukan untuk kepentingan diri pribadi. Rekomendasi bukan urusan DPC melainkan kewenangan DPD dan DPP. Dengan demikian, tidak pada tempatnya dia menjadi sasaran.

Sampai kapan Anda muncul lagi? Dia menjawab, sampai situasi tenang dan tidak lagi dipenuhi emosi. Saat ini, belum waktunya mendatangi kantor karena suasana masih belum reda. Dengan demikian, jika dia memberikan klarifikasi justru akan membuat suasana menjadi tidak nyaman. Pada saatnya, dia akan memberikan klarifikasi atas pencalonan tersebut.

Probo sudah tahu siapa dari mereka yang ikut-ikutan menghujat dirinya. Namun, dia tidak akan membalas dendam. Beberapa tahun lalu kejadian serupa pernah dia alami. Jadi, ini semua dia nilai sebagai dinamika politik.

Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka, pemblokadean pagar dan penyegelan kantor DPC PDI-P di Jalan Duren hingga siang kemarin masih terjadi. Bahkan, coretan pada dinding kantor yang menghujat Probo belum dihapus. Namun, kaca jendela yang pecah sudah diganti. Beberapa satgas secara bergiliran menjaga kantor DPC. (shj-85j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA