logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 20 April 2005 SALA
Line

Solo Kesulitan Penuhi Order TKI ke Batam

BALAI KOTA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Surakarta kesulitan memenuhi permintaan tenaga kerja untuk Kota Batam. Hal itu sangat ironis, mengingat permintaan tenaga kerja dari Solo untuk Batam meningkat lima kali lipat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Biasanya, tiap bulan Disnakertrans mengirimkan 40 tenaga kerja tetapi yang warga Solo asli hanya sekitar 30%. Sisanya diisi daerah luar Solo. Bulan ini permintaannya 200 orang dan mungkin sulit dipenuhi," ungkap Kepala Disnakertrans Ir Sundjojo, kemarin.

Dia mengemukakan, jika beberapa bulan terakhir permintaan dari Batam 40 pekerja/bulan, hanya sekitar sepertiganya yang dari Solo dan sisanya dipasok dari luar Solo. Padahal untuk April ini, pihaknya telah menerima 200 job order.

Permintaan itu mengalami kenaikan lima kali lipat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. "Saat kami mengecek ke pelatihan tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke Batam, belum semua kuota yang dibutuhkan terpenuhi," ujarnya.

Dia menilai, warga Solo masih enggan mengadu nasib ke Batam. Hal itu karena kota di Provinsi Kepulauan Riau itu identik dengan bekerja di tempat hiburan malam atau hal-hal negatif lain. Padahal, dari job order yang masuk ke Disnakertrans, jenis pekerjaan yang ditawarkan adalah operator mesin industri dan bukannya bekerja di tempat hiburan malam. Selama tenaga kerja itu diberangkatkan secara legal, pekerja akan disesuaikan dengan pesanan.

Luar Solo

Kondisi ini, ujar Sundjojo, diperkirakan akibat karakteristik warga Solo yang berfalsafah mangan ora mangan sing penting kumpul (makan atau tidak yang penting dekat keluarga-Red). Mereka enggan pergi jauh-jauh untuk memperoleh pekerjaan.

Padahal, maksud Disnakertrans untuk mencarikan job order yang cukup banyak dari Batam lantaran ingin mengurangi pengangguran di Solo. Semakin banyak peluang yang muncul, semakin banyak tenaga kerja yang bisa terserap. Namun, lantaran tidak dimanfaatkan secara maksimal, justru menjadi peluang bagi tenaga kerja asal luar Solo.

Pada bagian lain, Sundjojo menuturkan, untuk TKI ke Malaysia, Disnakertrans masih terus memberangkatkan meski jumlahnya tak banyak. Beberapa pekan kemarin, ada enam orang yang berangkat ke negeri jiran itu.

Dia mengungkapkan, untuk keberangkatan TKI ke luar negeri, semua prosedurnya melalui Pemprov sedangkan Pemkot tidak mempunyai kewenangan apa pun.

Dia mengingatkan para tenaga kerja yang berangkat ke Malaysia untuk tetap melalui prosedur yang legal sehingga nasib mereka tidak terlunta-lunta. "Kondisi saat ini, pekerja Indonesia mudah terbujuk calo yang menjanjikan gaji besar, padahal banyak yang tertipu," ujarnya. (G18-17j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA