| Rabu, 20 April 2005 | SALA |
Guru Bantu di Solo KecewaDua Hari Antre Ambil HonorKOTA- Nasib kurang menguntungkan tampaknya masih terus menimpa guru bantu di Solo. Setelah Senin (18/4) lalu mereka mengantre tanpa hasil di Kantor Pos Besar Solo untuk mencairkan honor mereka Maret dan April, ternyata saat mengecek honor yang mereka terima kemarin hanya untuk Maret, yang besarnya belum mengalami kenaikan Rp 460.000. "Kami kecewa, tetapi kalau mau mengadu ke mana dan pada siapa? Selain honor untuk Maret dan April batal dirapel, honornya juga masih sama. Kami merasa dirugikan, karena sudah molor sebulan lebih," kata Wakil Ketua Persatuan Guru Bantu Indonesia (PGBI) Cabang Jawa Tengah, Ayub Joko Purnomo, kemarin. Ratusan guru bantu di Solo mencairkan honor mereka di Kantor Pos Besar, setelah haknya terlambat sebulan lebih. Untuk mengatur agar pencairan tertib, ujar Retno, bagian pelayanan penyerahan honor dilakukan menjadi dua gelombang. Kemarin, baru guru bantu untuk TK, SD, dan SLB yang bisa mencairkannya. Hari ini dijadwalkan untuk guru bantu yang bertugas di SMP dan SMA atau sederajat. Beberapa guru yang mengantre di salah satu loket Kantor Pos tersebut terlihat agak kesal. Mereka mengaku kecewa lantaran honornya batal dirapel dan tidak mengalami kenaikan. Beberapa di antaranya juga kesal, karena Senin (18/4) lalu mereka sudah antre di Kantor Pos, gara-gara mendengar kabar honor sudah cair. Namun bukannya honor yang mereka terima, melainkan berkas pengumuman yang menyebutkan honor baru bisa diambil mulai Selasa (19/4). Temui Mendiknas Menurut Ayub, dengan kondisi guru bantu yang masih jauh dari harapan, PGBI akan menemui Mendiknas untuk mengajukan proposal temu pendidikan nasional. Dalam kesempatan tersebut, PGBI akan menyampaikan aspirasi terkait minimnya kesejahteraan guru bantu di Jateng dan daerah lainnya. Mereka juga berharap untuk April ini, guru bantu menerima kenaikan honor, berara pun jumlahnya. Hal itu disebabkan naiknya berbagai kebutuhan pokok pascakenaikan harga BBM. Honor yang mereka terima sekarang sangat jauh dari layak. Terlebih lagi, sudah dua bulan ini diberikan tidak tepat waktu. Hanya honor Maret yang baru mereka terima, sedangkan dari informasi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jateng, honor untuk April baru akan dikucurkan Mei. "Kami tidak putus asa untuk memperjuangkan nasib, meski sekarang hasilnya belum terlihat," ujar Ayub. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Drs H Kuswanto MM menyebutkan, seharusnya honor yang diterima guru bantu tersebut untuk dua bulan, yakni Maret dan April yang dirapel. Namun dia mengaku tidak tahu pasti mengapa hanya dikucurkan satu bulan. Menurut Kuswanto, gaji untuk guru bantu itu sudah turun pada Senin (18/4). Namun lantaran ada sejumlah mekanisme yang harus dilakukan Kantor Pos Solo, gaji itu baru dicairkan keesokan harinya. "Jumlahnya cukup banyak, maka pencairan pun harus dibagi menjadi dua gelombang." (G18-17s) |