logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 20 April 2005 SALA
Line

Berdalih Bantuan Aksi, LSM Tarik Sumbangan

KARTASURA - Upaya LSM Panduloka melakukan aksi terkait dengan dugaan korupsi pembangunan Terminal Gunung Pare (GP) gagal. Bahkan sebaliknya, terungkap LSM tersebut menarik uang dari para kru bus dan pemilik kios Rp 5.000 - Rp 30.000/orang.

Semula aksi di Terminal GP, Kartasura akan digerakkan langsung Ketua LSM Panduloka, Suwarno Danuningrat. Kedatangan dia dan sejumlah anggota menumpang minibus ditolak petugas terminal.

Alasannya, aksi tersebut dikhawatirkan mengganggu arus bus yang masuk dan keluar terminal. Namun Suwarno ngotot dan berdalih, aksinya justru untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, yaitu untuk mengungkap indikasi korupsi pembangunan terminal.

Suasana tegang saat sejumlah anggota Paguyuban Masyarakat Sukoharjo (PMS) mengepung Suwarno. Bahkan, mereka bermaksud mengusirnya karena aksi Panduloka hanya membuat keributan di terminal. Mereka terlibat perang mulut karena bersikukuh dengan argumen masing- masing.

Beruntung, beberapa aparat Polres Sukoharjo dan Polsek Kartasura segera melerai dan meminta semua pihak tidak emosi. "Mari Bapak- bapak, persoalan ini kita hadapi dengan kepala dingin. Tak perlu emosi, nanti malah berakibat kurang baik. Saya yakin semua masalah bisa diselesaikan, mari dibicarakan bersama di kantor terminal," ujar polisi.

Saat pertemuan di kantor terminal itulah, kemudian terungkap aksi penarikan uang yang dilakukan anggota LSM Panduloka. Seperti yang dikemukakan Gentong Sugiyarto, anggota PMS, yang mengaku mendapat pengaduan para kru bus dan pemilik kios. Mereka didatangi sejumlah anggota yang mengaku LSM Panduloka seraya meminta sumbangan uang.

"Sejumlah kru bus ditarik dana Rp 5.000 namun ada agen bus malam yang diminta Rp 30.000. Masa mau memperjuangkan kepentingan masyarakat kok malah meminta sumbangan," tuturnya.

Uang Saku

Hal senada diungkapkan petugas kontrol PO Aji Jaya, Sugiyarto. Dia mengungkapkan, sehari sebelumnya didatangi anggota LSM Panduloka. Orang tersebut mengaku akan menggelar aksi mogok untuk angkutan bus di Terminal GP.

"Alasannya, akan mengundang para wartawan dari media elektronik dan cetak. Katanya, para wartawan memang tidak dibayar. Namun, uang itu untuk memberi uang saku bagi para wartawan yang akan meliput aksi."

Saat ditanya berapa uang yang ditarik, Sugiyarto menjawab, tidak memberi. "Saya sudah instruksikan kepada semua kru bus Aji Jaya agar tidak memberi sumbangan. Namun saya dengar, sejumlah kru bus PO lain menyerahkan uang Rp 5.000/orang. Ini kan lucu, masak mau demo kok minta sumbangan."

Dalam penjelasannya, Ketua LSM Panduloka, Suwarno Danuningrat, mengaku menerima sumbangan itu. Dia mengungkapkan, awalnya dia dan beberapa anggota LSM yang dipimpinnya meminta dukungan dari para kru bus.

Kemudian, beberapa kru bus menyerahkan sejumlah uang sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan mereka. "Apa salah kami menerima bantuan dari mereka. LSM itu kan tidak ada yang menggaji, ya tidak apa-apa jika menerima bantuan uang," tandasnya. (G10-17j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA