| Rabu, 20 April 2005 | PANTURA |
Harga Tanah Calon Terminal Bus MelambungBUMIAYU- Upaya pemindahan Terminal Bus Bumiayu, Brebes tampaknya akan mengalami hambatan, karena harga tanah di calon lokasi terminal baru mendadak melambung. Pemkab hanya menyediakan dana pengadaan tanah per meter persegi Rp 100.000, namun di sekitar calon lokasi baru harga tanah Rp 250.000. Kepala Bagian Pemerintahan Drs Kustoro MM kemarin mengatakan, karena makin melambungnya harga tanah itu, pihaknya belum bisa memutuskan masalah tersebut. Saat ini Tim Sembilan yang ditugasi dalam pengadaan tanah calon lokasi terminal bus belum melangkah ke lapangan. Namun, tugas mengenai kajian harga tanah ataupun lokasi masih disurvei Camat Bumiayu dengan Dinas Perhubungan Kabupaten. ''Dari hasil laporan yang masuk, memang harga di sekitar calon lokasi cenderung naik. Semula per meter hanya Rp 90.000 mendadak naik antara Rp 200.000 dan Rp 250.000/m2,'' kata Kustoro. Pada bagian lain, sesuai dengan anggaran yang tersedia dalam DAS (Dokumen Anggaran Satuankerja) APBD II untuk pengadaan tanah Rp 1,5 miliar, dengan rincian harga per meter Rp 100.000. Dengan demikian, dari anggaran Rp 1,5 miliar akan diperoleh tanah 1,5 ha. Padahal, kebutuhan untuk lokasi terminal baru tiga hektare. ''Bila dengan dana Rp 1,5 miliar mendapatkan tanah 1,5 ha, kebutuhan berikutnya akan dianggarkan tahun depan.'' Calon lokasi terminal baru untuk menggantikan terminal lama ada di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan. Dari masukan yang ada, dikehendaki berada di jalur lingkar Bumiayu. Satu pertimbangannya adalah untuk meramaikan jalur tersebut. (wh-42s) |