logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 20 April 2005 PANTURA
Line

Muncul Surat Rekomendasi Kembar

  • Terkait Cawalkot dan Cawawalkot

PEKALONGAN- Hampir seluruh pengurus PDI-P dari tingkat ranting hingga DPC kemungkinan akan terkejut ketika melihat adanya rekomendasi kembar dari DPP PDI-P, namun isinya beda.

Surat tersebut terkait pencalonan Drs Sigit Sumarhaen Yanto SH MM dan HM Freddy Wijaya SmHK menjadi calon wali kota (cawalkot) dan wakil wali kota (cawawalkot) Pekalongan. Para kader partai berlambang moncong putih dalam lingkaran itu mengetahui secara pasti adanya rekomendasi kembar tersebut, setelah membaca sebuah tabloid mingguan di Kota Batik.

Jika melihat rekomendasi kembar itu, memang jelas sekali kejanggalannya. Misalnya, para pengurus yang bertanda tangan di atas surat rekomendasi pencalonan tersebut. Surat pertama yang bertanda tangan adalah Gunawan Wirosarojo dan Sekretaris Jenderal DPP PDI-P, Ir Sutjipto dan ditembuskan ke DPD PDI-P Jateng dan yang bersangkutan.

Adapun surat rekomendasi lainnya yang bertanda tangan ada tiga orang, yakni Gunawan Wirosarojo, Sutjipto, dan tanda tangan Megawati Soekarnoputri. Kemudian, di surat rekomendasi kedua itu tidak ada tembusan ke beberapa pihak. Padahal, kedua surat tersebut ditetapkan dengan tanggal yang sama yakni 24 Maret 2005 dan nomornya juga sama, yaitu A-996/INDPP/III/2005.

Saat Sosialisasi

Bagaimana rekomendasi kembar bisa tersebar ke masyarakat? Menurut salah seorang kader PDI-P, Rozi, surat itu diketahui ada ''kembarannya'' ketika cawalkot dari PDI-P Pekalongan mengadakan sosialisasi di sekitar Jalan Usman Mansyur.

Rozi menjelaskan, awalnya para kader partai menerima rekomendasi tersebut bersamaan dengan undangan kegiatan sosialisasi.

''Undangan yang kami terima dilampirkan dengan rekomendasi yang ditandatangani dua orang, yakni Sutjipto dan Gunawan Saroyo,'' ucapnya.

Selanjutnya, pada saat panitia membagikan makanan kecil, kembali beberapa kader partai memperoleh rekomendasi. Namun, surat rekomendasi itu lain dengan yang diterima mereka kali pertama, ada tanda tangan dari Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Menyikapi adanya permasalahan itu, Dansatgas PDI-P yang baru saja dinonaktifkan dari jabatannya, Azzali Muryadi menyatakan terkejut melihat adanya rekomendasi kembar itu.

Menurut dia, setelah dicermati dengan teliti, dua rekomendasi tersebut banyak kejanggalan. Misalnya, dua surat itu mempunyai nomor yang sama, namun tanda tangan di bawah surat itu berbeda. Yakni, yang satu ada tanda tangan Megawati Soekarnoputri, sedangkan satunya tidak ada. (H4-14s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA