| Rabu, 20 April 2005 | PANTURA |
Puluhan Kapal Pekalongan Kembali Bongkar Ikan di TPIPEKALONGAN - Puluhan kapal yang sebelumnya memilih membongkar ikan di Juwana Pati, kini sudah kembali membongkar ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan. Itu dilakukan karena selain harga stabil, pembayaran dilakukan tunai, serta di lokasi pembongkaran sebelumnya dikabarkan ada kenaikan retribusi. Dengan kembalinya kapal-kapal Pekalongan itu, kini cukup melegakan karena hasil produksi ikan meningkat cukup tajam. Produksi tahun ini sampai Maret 2005 mencapai 118,58 ton atau senilai Rp 46,35 miliar. Padahal, tahun 2004 pada bulan yang sama hanya 96,23 ton senilai Rp 33,74 ton. ''Ini berarti terjadi kenaikan yang sangat tajam,'' kata Kepala TPI Pekalongan Sudjadi. Ditemui di ruang kerjanya kemarin, Sudjadi menjelaskan, melihat produksi itu dia yakin target prooduksi senilai Rp 186,410 miliar tahun ini diperkirakan dapat tercapai, asalkan kondisi alam tetap ramah lingkungan. Dia menjelaskan, sebenarnya di Kota Pekalongan tedapat sekitar 600 kapal yang terdiri atas jenis purseseine dan sopek. Kalau semua kapal itu mau membongkar ikan di Pekalongan, maka kenaikan produksi sangat besar. Apalagi jika kapal arek-arek dari Jawa Timur juga membongkar ikan di TPI Kota Batik. ''Setiap malam banyak kapal arek-arek datang ke TPI Pekalongan untuk membongkar ikan. Jumlahnya puluhan, tetapi saat bulan purnama, kapal-kapal itu hanya tambat di dermaga,'' katanya. Musim Paceklik Menurut dia, sebenarnya sejak Februari sampai kini nelayan Pekalongan masih memasuki musim paceklik. ''Diperkirakan musim sepi ikan itu akan berlangsung sampai Juni 2005. Sedangkan memasuki bulan Juli biasanya sudah masuk musim halong (panen ikan). Dalam hari-hari terakhir ini, jumlah kapal yang membongkar berkisar 11-15 kapal besar dan lima kapal kecil. ''Khusus hari Selasa (19/4) ada 11 kapal jenis purseseine dan empat kapal sopek yang membongkar ikan. Hasil lelangnya mencapai Rp 600 juta dari jumlah ikan 164 ton,'' katanya. Mengenai harga, lanjut dia, di TPI Pekalongan cukup bagus dan stabil. Harga ikan itu dibandingkan dengan akhir tahun 2004 terdapat kenaikan sekitar Rp 500/kg. Dengan demikian, kini harga ikan layang Rp 5.000, ikan banyar Rp 6.000, tengiri Rp 15.000, dan kakap Rp 21.000. Menurut dia, karena jumlah kapal yang masuk sedikit, para nelayan sekarang memanfaatkan kondisi itu untuk mendapatkan uang lebih banyak. Caranya, mereka apabila mendapatkan ikan cukup banyak di laut, segera dititipkan kepada teman nelayan lainnya yang sudah akan merapat ke darat. Dengan demikian, kualitas ikan yang dilelang sangat bagus dan harganya cukup tinggi. (A15-74) |