logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 20 April 2005 PANTURA
Line

Merugi, Pemilik Kapal Terpaksa Jual Armada

TEGAL - Dampak kenaikan harga BBM kini mulai merambah ke kalangan pemilik kapal di Kota Tegal. Terbukti, diam-diam mereka kini merugi dan terpaksa menjual kapalnya.

Dari informasi yang dihimpun ada sekitar enam kapal jenis purseseine milik tiga pengusaha ikan yang dijual. Rata-rata satu unit dijual Rp 250 juta.

Ini terjadi karena mereka selalu merugi puluhan juta rupiah tiap kapal berangkat melaut. Menurut keterangan Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) M Taufiq, setidaknya ada tiga pemilik kapal warga Kelurahan Tegalsari, Tegal Barat, yaitu H Sodikin (50), H Sarjono (49), dan H Kodir (51).

Sepengetahuan dia, H Sodikin akan menjual empat kapal dari 10 kapal yang miliknya. Sementara itu, H Sarjono dan H Kodir akan menjual masing-masing satu unit. Para pemilik telah menyampaikan niat menjual kapal tersebut kepada HNSI. ''Mereka mengaku dalam satu kali melaut kerugian Rp 20 juta karena biaya perbekalan melaut melambung tinggi.''

Dia menegaskan, kerugian itu mereka derita sejak satu tahun terakhir ini. Faktornya, lanjut dia, selain kenaikan harga BBM juga faktor musim paceklik yang sampai sekarang belum pulih.

''Daripada merugi terus, mereka memutuskan untuk menjual kapalnya yang selama ini menjadi andalan perekonomian nelayan,'' tandasnya.

Menyulitkan

Sementara itu, menurut pengamatan Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Pantai (FPMP) Ir Edi Waluyo, dampak kenaikan harga BBM benar-benar menyulitkan nelayan.

''Jika selama ini hanya nelayan, sekarang sudah merambah ke pemilik kapal, dan ini patut pendapat perhatian dari pemerintah.''

Menurut keterangan dia, pemerintah perlu mengambil langkah konkret seperti menyiapkan alat tangkap yang ramah lingkungan. Kenapa demikian? ''Ya, apa yang dialami pemilik kapal itu tidak terlepas dari hasil tangkapan nelayan yang selama ini tentu saja tidak sebanding dengan nilai penjualan. Harga tetap tidak bisa naik sementara bahan perbekalan melaut melambung tinggi,'' paparnya. (G12-42dj)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA