logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 20 April 2005 OLAHRAGA
Line

Porras Hampir Pasti Dihukum

SEMARANG- Striker PSIS Emmanuel de Porras kemungkinan besar akan menerima sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berupa larangan tiga kali tidak boleh main dan denda Rp 5 juta. Pemain asal Argentina itu memukul striker PSMS Medan, Christian Gonzales di Stadion Teladan Medan pada Minggu (10/4) lalu. Manajer Tim Yoyok Sukawi sudah mendengar informasi tersebut secara lisan dari salah seorang pengurus PSSI. Namun, surat resminya hingga siang kemarin belum diterima PSIS.

"Saya sudah menghubungi salah seorang pengurus PSSI. Porras memang akan dijatuhi sanksi terkait dengan perkelahian di Medan lalu," ungkap Yoyok.

Menurut putra kedua mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip itu, Porras tertangkap kamera saat memukul Christian Gonzales setelah dijatuhkan dari belakang.

Meski aksi Porras tersebut spontan dan refleks, pemukulan tetap tidak bisa dibenarkan. Rekaman kamera itulah yang dijadikan bukti oleh Komdis dalam menjatuhkan sanksi kepada Porras dan Gonzales.

"Kami tidak bisa apa-apa untuk membela Porras. Sebab aksi Porras memukul Gonzales terekam kamera. Itu merupakan bukti yang kuat," kata suami dari Swasti Aswagati itu.

Dengan bukti yang kuat dari PSSI itu, Yoyok akan berpikir dua kali untuk mengajukan banding. Sebab, hal ini dinilai malah akan merugikan timnya. Mengingat selama proses banding, Porras tidak bisa diturunkan di pertandingan. Bisa jadi, mantan pemain Persija Jakarta itu bakal absen lebih lama dibanding dengan sanksi yang diberikan Komdis.

"Jika banding, bisa-bisa Porras malah tidak boleh main lebih dari tiga kali karena menunggu proses tersebut. Karena itu, jika alasan Komdis menjatuhkan sanksi kepada Porras cukup logis, kami bisa menerima keputusan tersebut," terang ayah dari Cantya Saswita itu.

Asah Gelandang

Untuk mengantisipasi absennya Porras, pelatih Bambang Nurdiansyah akan memaksimalkan gelandangnya untuk mempertajam lini depan. Selain menyiapkan Esaiah Pello Benson atau Anthony Jomah Ballah mendampingi Indriyanto Nugroho dan Khusnul Yaqien di lini depan, Bambang juga mengasah kemampuan Hari Salisburi dan Abdoulaye Djibril dalam mengeksekusi bola-bola mati.

"Sepak bola modern saat ini tidak hanya mengandalkan striker untuk mencetak gol, tapi juga second line. Gelandang akan kami asah ketajamannya," tutur mantan pelatih Persikabo Bogor itu seusai latihan di Stadion Jatidiri kemarin.

Dalam latihan kemarin Bambang terlihat mengasah anak-anak asuhannya mengeksekusi bola-bola mati, mulai dari tendangan bebas, penjuru hingga penalti.

Dari latihan tersebut dia melihat pergerakan anak-anak asuhannya di depan gawang lawan, khususnya tiga pemain target, masih kurang sinkron dengan eksekutor.

"Hari (Salisburi) belum menendang, pemain yang ada di depan gawang sudah bergerak. Seharusnya mereka bergerak setelah Hari menendang bola," tegasnya. (H13-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA