| Rabu, 20 April 2005 | OLAHRAGA |
Persijap Adu Lihai Mencari CelahJEPARA- Hawa perseteruan Liga Djarum Indonesia XI dihembuskan pemain menjelang partai sengit antara Persijap Jepara melawan Persik Kediri di Stadion Kamal Djunaidi, Rabu (20/4) sore ini. Persijap yang dalam pertandingan terakhir melawan PSM kalah 0-2 di Makassar telah mematok harga mati memetik poin penuh di depan publik sendiri. Sementara Persik yang solid sejak kompetisi bergulir, tak ingin kandas di tangan tim promosi. Tim asal Kota Tahu itu juga bertekad mencuri poin, kalau bisa bahkan akan memenangkan pertandingan untuk mengamankan posisi klasemen. Sedang bagi tuan rumah, hasil duel pertengahan pekan ini sangat menentukan, apakah tim besutan Rudy William Keeltjes mampu menepis selentingan bahwa tim promosi akan "tergusur" sejak putaran pertama liga. Saat ini, Laskar Kalinyamat berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan nilai 10 dari delapan kali main, sementara Persik di posisi empat dan baru tujuh kali main. Dengan demikian, untuk sementara rapor perjalanan kompetisi Persik sedikit lebih sukses ketimbang Persijap. Andai Persijap kalah atau seri dalam pertandingan sore nanti, sementara tim-tim yang ada di posisi bawah menang, sudah barang tentu mereka akan terperosok ke papan bawah, dan itu sangat menyakitkan dengan sisa empat pertandingan putaran pertama. Apalagi tiga dari empat sisa main harus dilakoni di kandang lawan. Tentu sangat berat bagi Ebanda-Ebanda Timothee cs untuk meraih sukses. Selain itu, melawan Persik, merupakan ajang untuk menyelamatkan muka dari ribuan fans yang berharap timnya menang setelah tiga kali hasil canggung --hanya seri-- di kandang. Persik, dengan baju kampiun Liga Indonesia IX, juga tak rela pulang tergopoh-gopoh menelan kekalahan dari tim debutan. Berbekal kekompakan tim, anak-anak asuh Fredy Mully tetap ingin tegak kepala saat keluar stadion. Berbagai latar belakang itulah yang menetaskan motivasi di kepala para pemain. "Harus menang!" tegas striker Miro Baldo Bento usai latihan sore kamarin. Ia yang bakal menjadi starter di lini depan bersama Jemi Suparno tak ingin terjungkal di kandang sendiri. Libero Persik asal Chile Alejandro Bernald yang kemungkinan mengawal Bento bertekad meredam setiap serangan tuan rumah. Pemain yang mengantar Persik menjadi jawara saat Divisi I pada 2002 ini menilai timnya memiliki kans besar bisa memetik poin penuh. "Jika kami dalam performa baik, harapan akan terwujud," kata pemain yang hengkang ke Persekaba Badung saat Persik menjuarai Ligina IX 2003 dan kembali memperkuat Persik pada 2004 hingga sekarang. Senada, mantan pemain PSM yang menjadi top scorer dengan koleksi 31 gol di Liga IX Chistian Gonzales bertekad memburu pundi gol demi tim dan ambisinya untuk mengulang sukses seperti saat di PSM. "Bagi saya gol itu membahagiakan di setiap pertandingan," kata pemain asal Uruguay ini. Ia bersama Budi Sudarsono lebih dipercaya Fredy Mully, ketimbang mantan pemain terbaik Liga IX Musikan, dan Johan Prasetyo yang satu tim dengan striker Persijap Jemi Suparno di timnas U-23. Stoper Persijap Bambang Su- listyo yang ditugaskan meredam Christian telah siap menjalankan tugasnya. "Saya akan fokus ke setiap pergerakan bola dan lawan yang akan saya jaga," ujar Bambang yang juga mantan pemain Persik pada 2002. Selain Bernald dan Christian, Fredy Mully juga akan menurun-kan legiun asing lainnya masing-masing stoper Juan Carlos Tapia (Chile) dan stoper Wasan Sunkur (Thailand). Aldo Jamud, striker asal Argentina yang juga mantan pemain Persebaya tak dibawa karena masih dibekap cedera. (mds,kar-77) |