logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 20 April 2005 OLAHRAGA
Line

Bermula dari Membaca Kisah Sukses Roy Jones Jr

''MENEMUKAN kesempatan'' adalah sosok Derrick Gainer dari Amerika Serikat yang akan menantang Chrisjon juara dunia kelas bulu (57,1 kg) World Boxing Association (WBA) di Sport Center Britama Arena, Mal Kelapa Gading Jakarta Jumíat (22/4). Sebagai seorang pemain basket berbakat dan pemain softball semi-pro, Gainer pertama kalinya tertarik pada tinju adalah saat dia berusia 12 tahun dan sepupunya membaca kisah sukses Roy Jones Jr (juara dunia 3 kelas berbeda) di artikel koran lokal pada tahun 1984.

Didukung oleh sepupunya, mereka berdua pergi ke tempat latihan Roy untuk uji nyali. Setelah sepupu ''Smoke'' mundur di hari pertama, Gainer justru menunjukkan semangat dan dedikasi serta menunjukkan keteguhannya untuk menjadi seorang juara dunia, sehingga terus berlatih di tempat itu. Dia dan Roy menjadi teman baik, dan meskipun ''Smoke'' mengagumi ketrampilan Roy di atas ring, dan bergaya mirip Roy Jones namun dia harus mengembangkan kemampuannya sendiri di atas ring.

''Dia (Roy) tidak bisa bertarung demi saya,'' ujar Gainer.

''Saya masih harus bertarung untuk pertarungan saya sendiri. Saya mengambil kesempatan lebih daripada yang dia inginkan dari saya, tapi itulah saya. Saya tidak bisa bertahan terhadap 15-10 orang. Saya ingin menjadi yang terbaik.''

Akhirnya setelah sekian tahun melobi, Gainer mendapat kesempatan untuk meraih gelar dunianya ketika juara kelas ringan junior IBF Diego Corrales setuju untuk bertemu dengannya pada 18 Maret 2000. Saat bertarung melawan Corrales yang tangguh, sang juara mengkanvaskan sang penantang yang gigih sebanyak dua kali di ronde ke tiga. Namun Gainer tetap stabil, matanya masih terlihat dengan jelas. Tetapi, wasit Jay Nady tiba-tiba melambaikan tangan menganugerahi kemenangan TKO terhadap sang juara. Gainer protes dan mengejar wasit di atas ring, dan penonton menghujani keputusan Nady dengan ejekan.

''Penghentian tersebut prematur,'' protes Gainer.

''Kondisi saya masih bagus. Saya dua kali bangkit pada hitungan kedelapan. Pukulan KO yang pertama justru lebih keras dibandingkan yang kedua,''ìpapar Gainer kecewa.

Sedangkan Nady menolak untuk berkomentar terhadap keputusannya.

Teladan Hidup

Karena menolak untuk berhenti, Gainer (28 tahun) membangun kembali image-nya dan mencetak skor kemenangan yang mengesankan terhadap Sean Fletcher (menang ankga) dan Richard Carillo (TKO-pada ronde ke-8) sebelum mendapatkan gelar dunianya yang kedua ketika berhadapan dengan Norwood.

Dijuluki ''Little Hagler'' karena kemiripan fisiknya dengan ''Marvelous'' Marvin Hagler. Freddie Norwood yang tangguh telah memiliki reputasi sebagai petarung kotor yang suka menyiku, mememarkan, bergulat, dan menggertak lawannya.

Selama pertarungan di New Orleans, 9 September 2000 Gainer menangkis sejumlah sikutan ''Hagler'', pukulan bawah, mengkanvaskan Norwood di ronde ke-11. ''Saya memukul Norwood dengan segala yang saya miliki,'' ujar Gainer.

''Saya melihat seluruh pukulannya. Dia memukul saya terus-menerus di bawah sabuk, tapi pada akhirnya saya mendapatkan mahkota kemenangan yang baru.''

Wasit Paul Sita menghentikan pertandingan ketika Norwood yang tidak bisa bangkit dari kanvas setelah mendapatkan pukulan upper cut Gainer. ''Satu hal nyata bahwa Norwood tidak bangkit,'' terang Sita.

''Saya ingin bertarung,'' ujar Gainer.

''Saya ingin berhadapan dengan yang terbaik. Saya tahu rasanya menjadi seorang penantang.''

Sesuai dengan perkataannya, Gainer berhasil mempertahankan gelarnya melawan Victor Polo (29-2-2), pada 24 Februari 2001 di Tampa, Fla.

Polo yang sukar dibaca gerakannya bergerak dengan mulus dari satu sisi ke sisi yang lain sambil mencetak angka dengan efektif. Tetapi Gainer tetap tabah, secara perlahan mengubah arus, dan mengambil alih sang penantang dengan kecepatan dan serangannya yang seperti anak panah.

Pada ronde ke tujuh, Gainer mendaratkan suatu kombinasi yang merobohkan Polo. Dia tetap berdiri, tetapi kakinya sudah seperti karet di akhir ronde. Setelah mengkanvaskan pada ronde ke-11, Gainer dinyatakan menang angka mutlak.

KO Ronde Kedua

Kurang dari 3 bulan kemudian, pada 17 Mei 2001, Gainer mencatat KO di ronde kedua terhadap Cedric Mingo yang kidal. Sebelum memasuki ring, 4 orang senior sekolah menengah membawa sabuk-sabuk kejuaraannya. Para remaja tersebut dijadwalkan untuk tamat dari sekolah alternatif yang didirikan Gainer di Pencasola bagi neneknya.

''Inilah pemenang sebenarnya,'' ujar Gainer terhadap 4 murid tadi yang akan menerima diploma dari Ruby J Gainer School for Reaching Your Dreams. Nenek Gainer adalah seorang yang dihormati dan dicintai para guru di distrik Pencasola. Sebagai seorang pembicara utama tentang motivasi, Gainer berbicara dengan anak-anak di10 sekolah setiap bulannya. ''Saya selalu cocok dengan anak-anak,'' ujar Gainer.

''Saya merasa sekolah telah membuka jalan bagi saya untuk menjadi terang penuntun, khususnya bagi anak-anak yang bermasalah.''

Meskipun para pelajar di sekolahnya memiliki kekurangan di masa muda mereka, Gainer tetap berdiri sebagai teladan yang hidup dalam hal mengatasi rintangan dan kekecewaan. ''Saya telah menerima karier impian saya untuk menjadi seorang juara dunia,'' kata Gainer.

''Saya di sini untuk menolong anak-anak ini tujuan pribadi mereka. Mereka layak untuk mendapatkan kesempatan kedua,'' tandas Gainer, penantang 1 WBA yang mengemas rekor cukup hebat 39 kali menang (26 KO)-6-1. (Paulus Noor Mulia-57)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA