| Rabu, 20 April 2005 | OLAHRAGA |
Sutan Sudah Dibayar Rp 75 JutaJAKARTA - Izin prinsip pertandingan Chrisjon melawan Derrick Gainer telah dikeluarkan KTI pada Jumat (15/4) dan diserahkan kepada promotor pertandingan Daniel Bahari. Keluarnya izin tersebut, menurut Ketua Umum KTI Anton Sihombing, tanpa ada tekanan dari pihak mana pun. ''Saya telah menandatangani izin prinsip dan pertandingan pada Jumat pekan lalu dan diserahkan kepada Daniel Bahari sebagai promotor lelang yang berhak menyelenggarakan pertandingan Jumat besok,'' kata Anton di kantor KTI di Rawamangun Jakarta Timur, kemarin. KTI, menurutnya, berkomitmen agar pertandingan perebutan gelar juara dunia kelas bulu 57,2 kg versi Asosiasi Tinju Dunia (WBA) antara petinju Indonesia asal Indonesia Chrisjon dan petinju AS Derrick Gainer dapat berjalan dengan baik. Masih menurut Anton, KTI juga memiliki misi untuk menyelesaikan permasalahan perpindahan Chrisjon dari manajer sekaligus pelatihnya, Sutan Rambing yang akhirnya bisa diselesaikan dengan kerendahan hati kedua belah pihak. ''Secara materiil hak Sutan sudah diberikan. Jadi penyelesaian secara administratif perpindahan Chrisjon itu harusnya tidak ada kendala lagi,'' kata Anton. Anton juga mengungkapkan bahwa pihak Sutan menerima Rp 75 juta pada Selasa (19/4) dan Rp 75 juta pada tanggal 22/4, sesuai perjanjian. Hal itu tidak berbeda dengan hasil pertemuan di kantor Menpora, Senin (18/4), di mana pihak Sutan dan Daniel Bahari yang mewakili Chrisjon menyepakati untuk membayar Sutan senilai Rp150 juta sebelum pertandingan digelar. Sedangkan sisanya Rp 250 juta akan dibayarkan usai pertandingan. Jadi total yang akan diterima Sutan untuk menyelesaikan perselisihannya dengan Chrisjon adalah senilai Rp 400 juta. Ketika ditanya siapakah yang berikutnya akan menjadi manajer Chrisjon, Anton tidak secara jelas menjawab, begitupun mengenai posisi pelatih petinju Banjarnegara itu. ''Setahap demi setahap dulu, kita lihat saja besok. Yang jelas belum ada bukti hitam di atas putihnya siapa pelatih dan manajer Chrisjon yang telah dikonfirmasikan ke KTI,'' kata Anton. Menjelang pertandingan Chrisjon digelar, Ketua Umum KTI Pusat itu juga mengingatkan semua pihak agar bisa menahan diri agar konsentrasi petinju yang merupakan aset bangsa itu tidak terganggu. Dia mengajak semua pihak yang berkaitan maupun berseberangan dengan Chrisjon mendukung penampilannya. ''Dengan kesepakatan yang paling terakhir, bagi pihak yang merasa diuntungkan jangan euforia dan bagi pihak yang merasa dirugikan jangan berkecil hati,'' kata Anton. Ia juga mengatakan bahwa KTI akan meminta laporan lengkap kepada promotor mengenai segala sesuatu yang terkait dengan pertarungan Chrisjon usai perhelatan itu digelar. (ant-57) |