logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 20 April 2005 NASIONAL
Line

PNS Wajib Kenakan Batik

SEMARANG- Kalangan PNS di lingkungan Pemprov Jateng diminta untuk mengenakan baju batik tiap Kamis. Ketentuan itu berlaku 12 Mei-11 Agustus dalam masa perkenalan mengenakan pakain tenun tradisional dan batik khas daerah.

PNS Pemprov Jateng di lingkungan badan, dinas, kantor, sekretariat DPRD, biro, perusda, RSUD, dan RSJD diharapkan bisa mematuhi untuk mengenakan pakaian tenun tradisional dan batik khas produksi daerah Jateng.

Kepala BIKK Setda Jateng Srimoyo Tamtomo didampingi Kasubid Pelayanan Informasi BIKK Agus Utomo kemarin menyatakan hal itu saat dimintai tanggapan atas rubrik ''Piye Jal'' di koran Suara Merdeka edisi Selasa (19/4). Dalam rubrik itu tertulis, ''Pak Gubernur Mardiyanto masak semua pegawai Pemprov dan dinas-dinas diwajibkan membeli batik dan harus dipakai mulai tgl 12 Mei 2005 tiap hari Kamis.''

Utomo menyatakan, ketentuan itu dituangkan dalam surat edaran Sekda tertanggal 18 April 2005. Secara lisan PNS Pemprov mendapat instruksi saat upacara 17-an yang dilaksanakan pada Senin (18/4) lalu.

Dia menambahkan, instruksi untuk mengenakan baju batik sebagai langkah untuk nguri-nguri budaya daerah Jateng. Baju batik itu tidak harus seragam. ''Motifnya bebas, tetapi modelnya diseragamkan. Penyeragaman model itu supaya lebih rapi,'' katanya.

''Setelah uji coba itu, tiga bulan kemudian diharapkan ada masukan saran dari unit kerja masing-masing,'' katanya. Apabila penggunaan tenun dan batik efektif, segera dikeluarkan peraturan Gubernur yang terkait dengan penataan kembali penggunaan seragam dinas.

Konsekuensi keluarnya peraturan Gubernur tersebut, lanjutnya, pembiayaan pengadaan kain di-back up oleh Pemprov. ''Selama uji coba diupayakan sendiri,'' tuturnya.

Instruksi pakaian batik itu dimaksudkan pula untuk membuat PNS menjadi pelopor atau ujung tombak pemasaran batik. Selama ini batik dikenal sebagai salah satu kerajinan dalam negeri yang cukup terkenal. ''Harapannya, batik makin populer menjadi produksi andalan nasional,'' ujarnya. Sebab, batik tradisional menjadi ciri khas sejumlah daerah seperti Solo, Pekalongan, dan Lasem. (G1,G7-58t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA