| Rabu, 20 April 2005 | NASIONAL |
Argo Muria Seruduk Kerumunan Orang
JAKARTA-Kereta api (KA) Argo Muria, Selasa dini hari (19/4) menyeruduk kerumunan orang yang sedang duduk di rel kereta api di jembatan Matraman, antara Stasiun Jatinegara-Stasiun Manggarai, Jakarta. Akibat kejadian itu, enam orang tewas. Korban luka-luka dirawat di RSCM. Kepala Humas Daops I Jabotabek Akhmad Sujadi, di Jakarta, Selasa (19/4), mengatakan, kecelakaan pada Selasa dini hari tersebut disebabkan oleh sikap tidak hati-hati dari sekelompok warga. Mereka duduk-duduk di atas rel kereta api. ''Pada saat peristiwa itu terjadi, puluhan orang sedang duduk-duduk di rel jalur kiri yang dilintasi kereta. Mereka tidak mendengar suara kereta yang akan datang, karena suara musik yang keras dari warung remang-remang di sekitar rel. Beberapa orang yang duduk-duduk juga ada yang sedang mabuk, sehingga tidak menyadari bahwa kereta sudah sangat dekat dengan mereka,'' katanya. Kereta tujuan Semarang-Jakarta itu, menurutnya, secara mendadak mengurangi kecepatan demi menghindari tertabraknya puluhan orang tersebut. ''Namun kereta tidak bisa berhenti mendadak, dan tidak seketika bisa sama sekali berhenti, sehingga peristiwa tabrakan tidak bisa dihindari,'' katanya. Menurut Akhmad, ketika tabrakan terjadi, kereta sedang melaju dengan kecepatan 30 km/jam, padahal kecepatan normal seharusnya 50 km/jam. Pengurangan kecepatan dilakukan karena lintasan berupa tikungan, sehingga otomatis laju pun dikurangi. Dia juga mengatakan, pada kejadian nahas itu kereta Argo Muria mengambil jalur kiri, karena jalur kanan yang biasa dipergunakan sedang diperbaiki. ''Perbaikan memang dilakukan pada malam hari, karena kalau siang banyak kereta lalu-lalang.'' Menurut keterangan pihak RSCM, keenam korban yang tewas masih di kamar jenazah. Baru empat korban tewas yang diidentifikasi, yaitu Yayah (30), Sarti (30), Rohata (40), dan Heni (40). Sedangkan dua korban lainnya belum dapat diidentifikasi. Satu diantaranya bernama Sarti (30) asal Desa Soko, Kecamatan Jepon, Blora. Korban telah dibawa kembali ke desanya. Korban tewas lainnya asal Indramayu. Menurut keterangan petugas di RSCM, empat orang tewas di tempat, sedangkan Yayah dan Sarti meninggal di rumah sakit. Sedangkan korban yang luka-luka berjumlah enam orang, dan masih dirawat di ruang unit gawat darurat (UGD) RSCM. Tiga orang lainnya sudah diizinkan pulang. Salah Jalur Sejumlah warga di pinggiran rel kereta api kawasan Gunung Antang, Gang Kelor, Jatinegara, Jakarta Timur, menyatakan, KA Argo Muria berada di jalur yang salah, saat menabrak puluhan orang yang sedang duduk di rel. Kereta api jurusan Semarang-Jakarta itu, ketika melewati kawasan remang-remang di Gunung Antang melintas di jalur dua (jalur selatan). Jalur selatan itu biasanya digunakan kereta dari arah Manggarai ke Jatinegara. Tetapi Selasa dini hari (19/4), KA Argo Muria yang datang dari Jatinegara ke Manggarai justru melintas di jalur selatan, tidak di jalur utara sebagaimana mestinya. Akibatnya, belasan orang yang sedang duduk-duduk di rel terlindas. Di lokasi kejadian memang banyak tenda beratap terpal yang didirikan di samping rel. Pada malam hari kawasan itu menjadi lokasi pekerja seks komersial (PSK). Terkait kasus tersebut, Polres Metro Jakarta Timur kemarin memeriksa lima saksi. ''Tiga saksi dari PT Kereta Api (PT KA), yakni Hasan Mukti (Kepala Stasiun Jatinegara), Paryono (Pengawas Peron), dan Akiyadi (pemimpin perjalanan kereta api),'' ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Tjiptono. Dua saksi lainnya, Supardi dan Iklas, tukang ojek di sekitar lokasi yang melihat peristiwa tabrakan tersebut. Tjiptono mengatakan, tim penyelidik dari Polres Jaktim akan berangkat ke Cirebon, Jawa Barat, untuk memeriksa masinis dan asisten masinis, sebab keduanya di Cirebon. ''Masinisnya bernama Widarto dan asistennya adalah Sutimin,'' katanya.(bu-69t) |