| Rabu, 20 April 2005 | NASIONAL |
Ngopeni Komunitas NU
DRS H Abdul Muhaimin Iskandar MSi, Selasa (19/4) dini hari terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB periode 2005-2010. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) itu hanya berkomentar pendek ketika ditetapkan sebagai Ketua Umum Dewan Syuro. "Alhamdulillah, terima kasih dukungannya dan mohon doa restu agar saya bisa melaksanakan amanat muktamar ini dengan baik," tuturnya. Ayah dari tiga anak itu sadar betul dalam proses membangun demokratisasi di lingkungan warga NU butuh proses panjang. Apalagi sebelum muktamar terjadi perdebatan dan wacana yang luar biasa, bahkan terkesan timbul faksi-faksi di kalangan elite partai dan kiai. "Tapi insya Allah semua perbedaan itu akan menjadi rahmat buat Partai Kebangkitan Bangsa," tuturnya. Menurut dia, keterkaitan partainya dengan NU merupakan keharusan. "PKB ini hidup dan berkembang atas dukungan kiai dan ulama yang secara tradisional tumbuh di pondok pesantren. Mereka memiliki pengikut dan pendukung yang jumlahnya sangat besar. Ini jelas merupakan saham terbesar buat partai," tegasnya. Karena itu, ketika ditanya program awal yang akan dilakukan Cak Imin, dengan tersenyum dia mengatakan akan nguri-uri dan ngopeni komunitas NU sebagai konstituen terbesar partainya. Muhaimin termasuk politikus PKB yang relatif tak pernah berseberangan secara ekstrem dengan Gus Dur, ikon dan tokoh kunci di PKB. Mungkin karena secara geneologis masih ada ikatan, antara Muhaimin dan Gus Dur tak banyak perbedaan pandangan politik. Politikus yang terpilih sebagai anggota parlemen dari daerah pemilihan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, Jatim, ini dikenal sebagai penerjemah pemikiran Gus Dur. Selalu ada paralelisme pemikiran antara Gus Dur dan dia. Saat Gus Dur dilengserkan dari kursi kepresidenan, Muhaimin bersama dengan Alwi Shihab, dan politikus muda PKB lainnya, seperti Effendi Choiry, berada di garis depan menentang dihelatnya SI MPR tersebut. Seluruh anggota FKB MPR RI memboikot SI MPR tersebut. Hanya Wakil Ketua MPR dari FKB, Matori Abdul Djalil, yang mengikuti SI MPR tersebut. Pasca-SI, rumah tangga PKB dilanda konflik politik sangat tajam antarkubu di dalamnya. Ujung-ujungnya terbentuk PKB versi Batutulis dengan Ketua Umum Matori Abdul Djalil, Ketua Dewan Syuro KH Dimyati Rois, dan Sekjen Abdul Kholiq Akhmad. Sedangkan PKB Kalibata di bawah kendali Ketua Dewan Syuro KH Abdurrahman Wahid, Ketua Umum Prof Dr Alwi Shihab, dan Sekjen Muhaimin Iskandar. ''Ya lihat saja siapa yang diikuti konstituen PKB di bawah, apakah Gus Dur atau Matori,'' ujar Muhaimin ketika itu mengomentari konflik di tubuh PKB. Soal siapa nanti akan mendampingi sebagai sekjen, dia menyatakan ingin mengembangkan PKB tidak hanya di wilayah Jawa. Dia memberikan pandangan sekjen bisa saja berasal dari luar Jawa sebagai representasi bahwa PKB menjadi partai yang tersebar di seantero Nusantara. Lelaki ini dilahirkan di Jombang, 24 September 1966, dan mempersunting Dra Rustini. Kini keduanya dikanuria tiga anak, Mega Safira (9), Rahma Arifa (5), dan Egalita Az Zahra (2) Wakil Ketua DPR RI ini menyelesaikan studi S1 Fisipol UGM Yogyakarta, S2 Manajemen Komunikasi UI Jakarta. Dia pernah menjadi Ketua Umum PMII, Sekjen DPP PKB, dan kini Ketua DPP PKB. (Tim SM-33t) | ||||