| Rabu, 20 April 2005 | NASIONAL |
Ratzinger Terpilih sebagai Paus Baru
VATIKAN - Kardinal Joseph Ratzinger dari Jerman terpilih sebagai Paus baru semalam. Ratzinger, tokoh konservatif dan ''penjaga'' doktrin Gereja, memilih nama Paus Benediktus XVI sebagai nama resmi kepausannya. ''Annuntio vobis gaudium magnum... habemus papam!'' (Saya umumkan dengan penuh kegembiraan ... kita telah memiliki Paus''. Pengumuman itu bergema di Basilika Santo Petrus, Selasa pukul 16.30 (23.30 WIB). Ribuan umat yang sudah menunggu sejak Senin lalu sontak girang melihat asap putih mengepul dari cerobong Kapel Sistine Vatikan, pertanda konklaf telah berhasil memilih Paus pengganti Paus Yohanes Paulus II. Beberapa menit setelah asap mengepul, umat masih dilanda kebingungan, tidak yakin kalau-kalau asap yang mengepul adalah putih dan bukan hitam. Namun, semakin jelas bahwa asap putih mengepul dan sorak-sorai serta tepuk tangan membahana. Ini adalah yang ketiga kalinya sepanjang satu abad ini bahwa Paus terpilih hanya dengan dua hari konklaf. Ratzinger terpilih setelah melalui lima kali pemungutan suara. Lonceng-lonceng gereja berdentang menyambut terpilihnya Paus baru. Umat bersorak Viva il Papa (Hidup Puas) menyambut Paus ke-265 ini. Umat yang dipenuhi rasa suka cita bersorak dan bertepuk tangan, bahkan sebelum lonceng-lonceng berdentang. ''Paus, Paus,'' teriak mereka. Banyak di antaranya mengacungkan salib atau bendera. ''Saya tahu asap itu putih! Kita sudah memiliki Paus baru,'' kata Silvia Cirello. Dia naik ke atas kursi plastik agar dapat melihat lebih jelas. Sekelompok pastor dan suster berteriak, ''Paus! Paus! Paus!''. Kejutan Dirjen Radio Vatikan Frater Pasquale Borgomeo mengatakan, dia terkejut mengetahui kardinal telah memilih Paus baru setelah dua hari konklaf. Selang 15 menit setelah asap putih mengepul, Ratzinger muncul di balkon utama basilika. Dalam bahasa Italia, dia memohon kepada umat untuk mendoakan masa kepemimpinannya sebagai Paus Benediktus XVI. ''Saya serahkan kepausan ini dalam doa-doa kalian,'' kata Paus. Paus kemudian memberikan berkat Urbi et Orbi (kepada kota dan dunia). Gema lonceng dan teriakan histeris ribuan umat menyambut upacara pemberkatan pertama Paus ini. Ratzinger adalah kardinal konservatif yang dikenal sangat dekat dengan mendiang Paus Yohanes Paulus II. Pemilihan nama Benediktus oleh Ratzinger ini sekaligus juga mengisyaratkan bahwa sebagai Paus baru dia akan melanjutkan langkah-langkah dan pandangan yang telah dirintis pendahulunya, Benediktus XV. Paus Benediktus XV adalah Paus ketiga yang memimpin Takhta Suci pada 1914-1922. Joseph Ratzinger lahir pada 16 April, di Markt am Inn. Dia dibaptis pada hari yang sama. Pada 1929, keluarga Ratzinger pindah ke Tittmoning, kota kecil di tepi Sungai Salzach River, dekat perbatasan Austria. Karena ayahnya mengkritik keras Nazi, keluarga Ratzinger dipaksa pindah ke Auschau am Inn, di kaki pegunungan Alp. Pada 1937, ayah Ratzinger pensiun dan keluarganya pindah ke Hufschlag, pinggir Kota Traunstein, tempat Joseph menghabiskan sebagian besar masa remajanya. Berikut perjalanan hidup Ratzinger: 1939 - Ratzinger mengikuti seminari kecil di Traunstein. April-Mei 1945 - Dia desersi dari AD dan pulang ke Traunstein. Ketika pasukan sekutu tiba di desanya, Ratzinger diidentifikasi sebagai tentara Jerman dan ditahan di kamp tawanan militer. Juni 1945 - Dibebaskan dan pulang ke Traunstein. November 1945 - Masuk kembali ke seminari. 29 Juni 1951 - Ditahbiskan menjadi pastor oleh Kardinal Faulhaber, di Katedral Freising 1972 - Ratzinger, Hans Urs von Balthasar, Henry De Lubac dan beberapa rekan lainnya menerbitkan jurnal teologi Katolik Communio 1977 - Ditahbiskan sebagai Uskup Agung Munich dan Freising. 27 Juni 1977 - Dinobatkan menjadi Kardinal Munich oleh Paus Paulus VI. 1980 - Ditunjuk oleh Paus Yohanes Paulus II untuk memimpin Sinode Umat(rtr-gn-ben-52) | ||||