logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 20 April 2005 INTERNASIONAL
Line

Lintas Jagat

Iran Dilanda Kerusuhan Etnik

TEHERAN - Tiga orang tewas dan 200 orang ditangkap dalam pertempuran antara etnik Arab dan pasukan keamanan Iran di provinsi kaya-minyak yang berbatasan dengan Irak pekan lalu.

"Tiga orang tewas dan sebanyak 200 orang ditangkap dalam konfrontasi itu," kata jurubicara Kementerian Dalam Negeri Jahanbakhsh Khanjani. Dia mengatakan, kerusuhan kecil meletus Minggu malam di Mah-Shahr, di bagian selatan provinsi yang sama, Khuzestan.

Menurut laporan surat kabar, demonstran menyerang dan membakar bangunan umum. Pemerintah, yang sangat sensitif pada masalah yang berhubungan dengan etnik minoritas, sebelumnya mengatakan satu orang tewas dan 137 orang lainnya ditangkap dalam bentrokan Jumat di provinsi di Iran baratdaya itu.(ant-52)

Prancis Mungkin Tolak Konstitusi UE

BERLIN - Prancis membuat kesalahan besar apabila menolak konstitusi Uni Eropa. Namun, Jerman berharap Prancis akan menyetujui konstitusi itu dalam sidang parlemen bulan depan.

"Saya harap rakyat Prancis dapat diyakinkan bahwa mereka bakal membuat kesalahan besar kalau menolak konstitusi UE dalam referendum nanti," kata Menteri Dalam Negeri Otto Schily di Berlin.

"Hal itu bisa menjadi langkah mundur yang parah, dan akan berdampak dalam pada urusan dalam negeri dan kebijakan peradilan di Eropa," kata dia.

Jajak pendapat memperlihatkan, kebanyakan warga Prancis bakal memberikan suara "tidak" pada referendum 29 Mei mendatang. Referendum itu akan memutuskan apakah Prancis bisa menyetujui konstitusi UE. Berdasarkan konstitusi baru nantinya, proses pengambilan keputusan di UE bakal disederhanakan setelah perluasan 25 anggota baru tahun lalu.(rtr-gn-52)

Rice Diancam Bom di Moskwa

MOSKWA - Gara-gara ancaman bom di hotel Moskwa tempat Menlu AS Condoleezza Rice berencana menginap, rombongan yang membawa Rice terpaksa mengalihkan rute. Rice tiba di Moskwa Selasa kemarin untuk bertemu dengan pemimpin Rusia. ''Seorang penelepon mengancam akan meledakkan bom di hotel itu. Rice kemudian dibawa ke kediaman duta besar,'' kata pejabat yang tidak bersedia disebut namanya itu.

Sedianya Rice akan menginap di Moskwa pusat. Kediaman Dubes AS Alexander Vershbow terletak sekitar tujuh kilometer dari hotel.

Jurubicara Dinas Keamanan Federal Rusia mengatakan, dia belum memperoleh informasi soal ancaman bom itu. Seorang manajer yang bertugas di hotel itu juga tidak tahu kalau ada insiden ancaman bom.

Rice berada di Moskwa untuk mempersiapkan pertemuan puncak antara Presiden AS George W Bush dan Presiden AS Vladimir Putin 9 Mei mendatang. Pertemuan itu bertepatan dengan peringatan 60 tahun dikalahkannya Nazi Jerman.(rtr-gn-52)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA