SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 18 April 2005

- Di depan peserta kursus singkat angkatan ke-13 dan kursus reguler angkatan ke-38 Lemhanas tahun 2005 pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan pernyataan sangat keras sehubungan dengan kinerja sebagian badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai masih amburadul.

- Sejarah benar-benar menjadi isu sensitif, terkait dengan sepak terjang tentara Jepang di zaman perang. Masa lalu memang harus dikubur ketika kita ingin menatap masa depan dengan mantap. Tetapi mengubur masa lalu tidak berarti harus menganggapnya tak pernah ada.

GAGASAN Konferensi Asia-Afrika (KAA) mencapai bentuk konkret pada pertengahan April 1954. Cuma satu tahun sebelum penyelenggaraan KAA itu sendiri. Yaitu dalam diskusi antara Presiden Soekarno pada waktu itu, dengan PM Mr Ali Sastroamidjojo yang dihadiri juga oleh Dr Ruslan Abdulgani selaku Sekjen Deplu, di Istana Merdeka.

BERANGKAT dari keterkejutan nalar keagamaan, tulisan ini menanggapi tulisan Sdr Adi Ekopriyono (AE) ( SM 18/3/ 2005) berjudul "Menggagas Fundamentalisme Humanistik ". Saudara AE menyimpulkan, timbulnya ketidakdamaian yang kita rasakan akhir-akhir ini berakar pada semacarn pemahaman fundamentalisme agama,

Sepuluh tahun silam, saya beli belimbing di kios buah-bahan pojok alun-alun Demak yang waktu itu berjajar di pinggir jalan pojok kiri di depan Masjid Demak. Tetapi alangkah terkejut saya, sampai di rumah ternyata isinya telah dicampur dengan belimbing kecil-kecil dan sebagian lain kualitasnya agak rusak.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA