SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Senin, 18 April 2005

SOLO- Sejak beroperasi pada tahun 2000 sampai sekarang, banyak perusahaan perdagangan berjangka yang tidak memiliki izin.

SEMARANG- Sepanjang 2004 PT Phapros Tbk membukukan pertumbuhan penjualan bersih yang kurang menggembirakan, yakni hanya 9,2%, jauh lebih kecil dibanding pada 2003 yang mencapai 44,2%.

SEMARANG- Membaiknya tingkat perekonomian masyarakat khususnya di Semarang berpengaruh pula pada peningkatan kebutuhan terhadap berbagai produk pelengkap rumah. Salah satunya adalah minat terhadap karpet sebagai salah satu pelengkap interior.

HARI penutupan di Bursa Efek Jakarta pada minggu lalu ditandai dengan penurunan indeks harga saham gabungan. IHSG telah turun dari posisi 1.108,4 ke posisi 1.096,2 atau berarti telah turun sebesar 1,1%. Penurunan tersebut masih lebih rendah dari penurunan yang terjadi pada bursa efek di Amerika maupun bursa efek di Jepang.

SEMARANG- Dalam beberapa tahun ini, minat investasi rumah dan toko (ruko) serta rumah dan kantor (rukan) di Semarang diperkirakan semakin pesat. Hal ini didukung oleh makin banyaknya pengembang yang membangun ruko maupun rukan di sekitar tengah kota Semarang.

JAKARTA- Untuk pertama kalinya pengusaha Indonesia akan menempati paviliun khusus yang disediakan Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) pada pameran komunikasi dan teknologi informasi (TI) CommunicAsia 2005 di Singapura.

SOLO- Hingga kini kita masih harus mengimpor 16 komoditas untuk memenuhi kebutuhan pangan. Antara lain beras sebanyak 3,7 juta ton/tahun, gula 1,6 juta ton/tahun, dan kedelai 1,3 juta ton/tahun.

JAKARTA- Pemerintah perlu segera turun tangan membantu industri sepatu dan sandal nasional yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.

WONOGIRI- Telkom Flexi meluaskan pengembangan jangkauan dan perluasan pasarnya ke Kabupaten Wonogiri. Peluncuran perdananya, digelar dalam upacara peresmian perdana Telkom Flexi, Sabtu (16/4), di pendapa Kabupaten Wonogiri.

SEMARANG- Kendati persaingan bisnis eceran di Indonesia, khususnya Jateng dan Semarang, terlihat makin ketat, tidak berarti hal itu mempengaruhi niat ADA Pasar Swalayan untuk tidak mengembangkan jaringan pasarnya dengan berencana membuka toko baru.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA