| Senin, 18 April 2005 | PANTURA |
Sembilan Rumah Penduduk TerbakarPEMALANG- Sembilan rumah di daerah pelosok Desa Tundakan, Kecamatan Watukumpul, Pemalang, sekitar 90 km dari kota kabupaten, ludes terbakar Rabu malam. Kejadian itu menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah. Hingga kemarin sembilan rumah yang terbakar dan tiga rumah yang sengaja dirobohkan agar api tak menjalar, masih rusak belum diperbaiki. Penghuni rumah mengungsi ke tempat famili. Selain rumah, api juga membakar sebagian bangunan majelis Ta'lim Min Hajutulab. Pemkab memberikan bantuan beras dan uang kepada para korban. Ketua DPRD H Abdul Bashir, selaku Ketua DPC PPP kemarin menyerahkan bantuan uang, sembako serta pakaian. Menurut Nuridin (25), kejadian itu berawal dari lampu minyak di dalam rumahnya. Pada saat itu dia pergi menonton TV di rumah tetangga, sedangkan istri dan ketiga anaknya tidur di rumah. Kemungkinan lampu minyak jatuh tersenggol tikus atau kucing, sehingga api menjalar ke bangunan rumahnya. Kejadian itu kali pertama diketahui oleh tetangga Nuridin yaitu Zaenudin (30). Dia mencium bau barang terbakar dari rumah Nuridin. Ketika dia keluar melihat asap mengepul dan api membesar dari rumah tetangganya tersebut. "Seketika itu saya berteriak kebakaran. Kemudian orang-orang berdatangan dan mencoba memadamkan api dengan ember," katanya di lokasi kejadian, kemarin. Angin yang bertiup kencang serta sulitnya mendapatkan air, menurut para warga, menyebabkan rumah yang terbakar cukup banyak. Mobil pemadam tidak mungkin sampai ke lokasi kejadian, karena desa tersebut berada di daerah pelosok dan pegunungan. Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Namun harta benda milik para korban ikut dilalap si jago merah. Barang perabotan tak bisa diselamatkan, karena api cepat membesar. Kebakaran dimulai pukul 21.00 dan baru bisa dipadamkan pukul 23.00. Penduduk yang membantu memblokir api terpaksa merobohkan tiga rumah yang belum terbakar. Jika hal itu tidak dilakukan, rumah yang terbakar akan lebih banyak. Sebab lokasi musibah termasuk permukiman padat. Menurut Ketua DPRD, pihaknya sengaja datang ke lokasi kejadian hanya untuk menyerahkan bantuan, walaupun medannya sangat sulit yakni berupa batu terjal. Bantuan tersebut baru bersifat untuk meringankan beban mereka. Adapun yang dibutuhkan warga masih banyak. Termasuk material untuk membangun kembali rumah yang sudah rata dengan tanah. Sembilan rumah yang terbakar adalah milik Nuridin, Roil, Zaenudin, Nurul Huda, Kasan, Nurkatib, Kodirin, dan Mahrup. Rumah yang dirobohkan adalah milik Kastami, Saefudin, dan Rohman. Mereka masing-masing menerima bantuan uang Rp 1 juta, juga sembako dan pakaian.(sf-90s) |