| Senin, 18 April 2005 | PANTURA |
Dinilai Membelot ke Calon LainEnam Kader PDI-P Akan DinonaktifkanPEKALONGAN- DPC PDI-P Kota Pekalongan melalui rapat kerja yang diikuti Depercab dan pengurus struktural dari ranting hingga DPC serta tokoh-tokoh partai, sepakat memberikan sanksi bagi kadernya yang membelot. Mereka ditengarai tak mau mengamankan rekomendasi partai tentang cawali dan cawawali dari partainya. "Ada lima satgas dan satu kader PDI-P yang membelot menjadi tim sukses salah satu calon yang bukan calon dari partai bergambar kepala banteng di dalam lingkaran. Untuk satgas yang dimaksud akan diberi peringatan tertulis dan dinonaktifkan dari satgas, sedangkan kadernya diberi peringatan," kata Wakil ketua DPC PDI-P, Drs Pratikno Sujarwo dalam jumpa pers Sabtu lalu. Lima satgas yang akan dinonaktifkan itu adalah Azzali Muryadi (Komandan Satgas) dan anggota satgas Dwi Kusminto, A Toni, Slamet Wahudiarso alias Slamet Gareng, dan Siswanto. Kader yang akan diperingatkan adalah Sadewo, yang dalam pemilu tahun lalu tercatat daftar calon legislatif. Surat peringatan itu kini dalam proses penyelesaian dan direncanakan Senin (18/4) diserahkan kepada yang bersangkutan. Menurut dia, peringatan tertulis itu dalam upaya mengingatkan kepada kader agar mengikuti aturan partai. Dalam pilkada kali ini partainya mencalonkan pasangan Sigit Sumarhaen Yanto SH MM dan HM Freddy Wijaya SmHk menjadi cawali dan cawawali Kota Pekalongan. Pengukuhan cawali dari PDI-P itu sudah mendapatkan rekomendasi resmi dari Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri. Karena itu, tidak ada jalan lain kecuali seluruh kader harus mendukungnya. Peringatan Setelah diberikan peringatan tertulis yang pertama, partai masih akan melihat sikap mereka. Jika mau kembali ke partainya, itu yang diharapkan. Namun jika tetap membelot, akan diberikan peringatan kedua dan dilanjutkan ketiga. Dalam rapat kerja partai, menurut Pratikno, seluruh partai cukup kompak. Seluruh peserta setuju pemberian sanksi tersebut, dan tidak ada satu pun yang menolak. Karena itu, tidak ada kata lain kecuali mereka diberikan peringatan keras. Mengenai upaya memenangkan calonnya, Pratikno menyatakan setelah Sigit berpasangan dengan Freddy dari PAN, itu berarti tim sukses yang dibentuk sebelumnya terpaksa ada perubahan dengan memasukkan nama-nama tim sukses dari PAN. Karena itu, akan segera dilakukan rapat tim sukses. Dengan pembentukan tim sukses koalisi PDI-P dan PAN, maka mesin politik dari PDI-P dan PAN akan cepat bergerak sehingga massa PDI-P dan PAN hasil pemilu lalu semuanya mendukung Sigit-Fredy. Selain itu, tim sukses juga akan berupaya menambah suara dari lain partai sehingga kemenangannya bisa mutlak. Suara PDI-P dan PAN dalam pemilu lalu cukup memberikan harapan kemenangan pasangan Sigit-Freddy, karena mencapai 39.603 suara (26,49%). Sementara itu, Azzali Muryadi, Komandan Satgas DPC PDI-P Kota Pekalongan dalam jumpa pers di Kafe Merdeka beberapa hari lalu menyatakan dirinya mendukung pasangan Drs Timur Susila-Urip Sunarjo SH MM yang diajukan PPP. Berkaitan dengan dukungan itu, dia siap akan menerima sanksi. (A15-34s) |