logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 18 April 2005 PANTURA
Line

Bina Marga Belum Tangani

Jalan Salem-Banjarharjo Nyaris Putus

BUMIAYU- Kondisi badan jalan di jalur antara Salem-Banjarharjo, Desa Bentar yang ambrol segera membutuhkan penanganan secepatnya.

Sebagian jalan yang masih dilewati saat ini mulai retak-retak. Jika dibiarkan dikhawatirkan kerusakan akan lebih parah lagi. Jalan akan terputus akibat longsor.

Kepala Desa Bentar, Carko mengatakan, pihaknya memperkirakan sisa badan jalan yang ada tidak mampu bertahan lama. Dia mengimbau pengendara roda empat yang melewati lebih berhati-hati, terutama ketika hujan. "Saya khawatir saat hujan jalan akan ambrol, dan longsor saat dilewati kendaraan roda empat," ujar dia.

Jalan provinsi antara wilayah Kecamatan Salem-Banjarharjo, Desa Bentar pertengahan bulan lalu longsor sepanjang 60 meter dengan kelebaran mencapai tujuh meter.

Sebelumnya, jalan yang terletak tidak jauh dari Sungai Ciberela saat hujan beberapa waktu lalu tergenang air dari luapan sungai itu.

Badan jalan yang longsor tersebut kini tinggal dua meter. Untuk menjaga agar jalan tak terputus akibat menerima beban kendaraan, mobil yang melintas dari dua arah terpaksa dialihkan melewati Desa Pabuaran dan Pasirpanjang. Untuk mengatasi kerusakan itu masyarakat setempat memperbaikinya secara bergotong royong.

Pagar Pembatas

Warga kini memberi pagar pembatas di sepanjang tepi sisi badan jalan yang ambrol.

Salah seorang warga setempat, Abidin (45) mengungkapkan, keretakan jalan bisa semakin melebar jika tebing yang tergerus tidak diberi tanggul. "Kalau diguyur hujan, tanah tebing yang labil bisa ikut ambrol," kata dia. Tanggul darurat dapat dibuat dari tumpukan karung berisi pasir.

Dia juga menyayangkan pihak terkait belum melakukan perbaikan, baik sementara maupun permanen. Padahal penanganan secepatnya dapat mencegah kerusakan lebih parah lagi.

Kemarin jalan yang longsor tersebut sudah mulai dilewati kendaraan, meski harus pelan-pelan.

Secara terpisah Camat Salem, Bambang Kustomo mengatakan, perbaikan badan jalan yang ambrol menunggu Bina Marga Jawa Tengah. Jalur tersebut merupakan jalur antarprovinsi, sehingga penanganannya merupakan kewenangan provinsi.

Dia menambahkan, struktur tanah di wilayah Salem tergolong labil. Pemkab khususnya Dinas Perhubungan dan Bina Marga dapat memberikan rambu rambu tentang larangan kendaraan bertonase besar lewat di jalan tersebut.

Selama ini banyak kendaran yang lewat di jalan itu dengan muatan penuh.(on-34s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA