logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 18 April 2005 PANTURA
Line

Dari Mandarin sampai Dangdut

PINTAR bermain musik tak selamanya harus lewat guru musik. Yang autodidak pun banyak, seperti yang dilakukan Giri Wijaya, lelaki asal Adiwerna, Kabupaten Tegal. Sejak kecil lelaki tiga anak itu sering bergelut dengan musik. Berkat keuletannnya, dia

diakui sebagai pemegang kibor (organ) yang piawai. Bahkan, hotel bintang tiga di Kota Tegal, yakni Bahari Inn Hotel, memasangnya setiap tanggal ganjil di Cafe Nelayan.

Giri Wijaya dengan nama panggilan TQ mengaku sejak usia 20, semasa SMA, sudah menguasai beberapa alat musik. Namun karena tak ada guru khusus yang membimbingnya, dia belajar secara autodidak. "Saya baca not saja nggak mudheng, tapi kalau suruh pencet tut kibor mudah-mudahan tak memalukan," tutur lelaki bercambang itu.

Karena kecintaannya terhadap musik begitu besar, hari-harinya nyaris dihabiskan di atas pentas. Di luar tanggal ganjil, dia mengisi acara musik di rumah makan Bersama, Jl Veteran, Kota Tegal.

Kemudian pada tanggal ganjil mengisi acara di Cafe Nelayan Hotel Bahari Inn bersama artis Haruko Yoneda. Pada siang hari, dia mengisi acara hajatan di gedung atau perumahan.

Meski kegiatannya padat, TQ tak mau melepaskan kegiatan sampingannya. Di rumahnya, Jl Raya Adiwerna, Kabupaten Tegal, dia membuka toko elektronika dan nyambi menjadi agen koran Suara Merdeka. "Semua itu saya lakukan untuk mengisi kegiatan. Saya orangnya nggak mau menganggur," ujar suami Heni Haryati itu.

Tentang penguasaan musik, TQ sebenarnya tak membatasi jenis musik tertentu. Namun karena dia melihat penguasaan musik mandarin belum banyak, dia lebih banyak ke musik mandarin. Penguasaan ini ternyata membawa berkah karena banyak kalangan Tionghoa yang menggunakan keahliannya. Toh, TQ tak meninggalkan penguasaan musik dangdut dan pop yang cukup banyak penggemarnya.

Menurut TQ, musik adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupannya. Karena itu, meski capai, hidup terasa indah dan lebih berarti ketika semua dijalani dengan senang. Dia mengaku, hidup dengan musik lebih memudahkan komunikasi dengan orang lain. (Wahidin Soedja-90n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA