logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 18 April 2005 SEMARANG
Line

Tanjakan Hanoman Diminta Dikepras

SEMARANG- Karena dinilai sering menimbulkan kecelakaan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mengusulkan agar tanjakan pertigaan Jl Siliwangi dan Jalan Hanoman, dikepras. Selain rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas, ruas jalan yang dilalui hampir semua jenis moda transportasi itu juga dikenal sering macet.

Menurut Ketua Kelompok Interaktif Masyarakat (KIM) Kelurahan Cabean, Zaenal Arifin, tanjakan pertigaan Hanoman sangat berbahaya.

''Jika lampu hijau menyala, sopir akan menginjak gas agar truk melaju lebih kencang. Kalau dari arah lain ada kendaraan, kecelakaan pun tak dapat dihindarkan,'' kata dia dalam diskusi interaktif yang diselenggarakan Radio Rasika FM, Sabtu (16/4).

Kepala Seksi Prasarana Dishub, Triwibowo SE ATD MT menyatakan, pihaknya sudah memasang rambu-rambu lalu lintas di sekitar tanjakan Hanoman. Dishub juga memasang pita penggaduh atau garis kejut di empat titik menuju Jalan Hanoman. Tahun ini Dishub akan memasang lampu flashing di tengah-tengah Jalan Hanoman. Lampu itu bisa berkedip-kedip, sehingga pengemudi tahu bahwa ada traffict light setelah tanjakan.

''Tetapi, idealnya tanjakan itu dikepras lagi agar lebih landai.''

Peneliti transportasi Unika Soegijapranata Safrinal Sofaniandi membenarkan bahwa tanjakan simpang tiga Hanoman rawan menimbulkan kecelakaan. Data yang dia himpun sejak tahun 1998-2004 menunjukkan korban tewas akibat kecelakaan di pertigaan itu mencapai 10 orang. Sementara korban luka berat sebanyak 7 orang dan luka ringan 6 orang. Jumlah itu, kata Safrinal, belum termasuk kecelakaan yang tidak sampai memakan korban luka atau meninggal dunia.

''Jalan itu masuk kategori perbukitan karena kemiringannya sekitar 5%. Pengeprasan dapat dilakukan untuk mengurangi kecelakaan,'' jelasnya.

Safrinal menyebutkan, garis kejut pada badan jalan hampir tidak berfungsi. Garis kejut itu, perlu diberi warna agar dapat dilihat pengemudi.

Selain rawan menimbulkan kecelakaan, ruas Jl Siliwangi dan Hanoman, termasuk padat. Dia menyebutkan, jumlah kendaraan dari arah Jakarta menuju Siliwangi pada pagi hari mencapai 1.772 kendaraan. Sementara pada pukul 14.45 hingga 16.45, jumlah kendaraan dari arah barat menuju Siliwangi mencapai 1.822 kendaraan.

Jumlah kendaraan dari Jl Siliwangi menuju Hanoman mencapai 2.300 kendaraan pada pagi hari dan 2.800 kendaraan pada waktu sore hari. Dalam kondisi normal, kendaraan di ruas jalan tersebut hanya dapat melaju dengan kecepatan 43 km/jam sampai 48 km/jam. (H5-73)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA