logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 18 April 2005 SEMARANG
Line

Bambang Raya Gunakan Ijazah SMA

SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum Kota (KPUK) Semarang kemarin melakukan verifikasi atau penelitian ijazah pendidikan formal para calon wali kota (cawali) dan calon wakil wali kota (cawawali).

Pasangan terakhir yang ijazahnya diteliti, yakni Soendoro dan R Yuwanto, Bambang Raya dan Siti Chomsiyati.

Sebelumnya, ijazah Sukawi Sutarip dan Soediro Atmoprawiro juga diverifikasi.

Terjadi beberapa ''permasalahan'' saat verifikasi dilakukan. Anggota Divisi Pendaftaran Calon KPUK, Rahmulyo Adiwibowo mencontohkan, cawali Soendoro menyerahkan beberapa ijazah perguruan tinggi yang dimilikinya, lebih dari satu. Sementara Sukawi Sutarip memiliki dua nama dalam ijazahnya. Ijazah SD sampai SMA mencantumkan nama Sukawi, sementara ijazah universitas memakai nama Sukawi Sutarip. Lalu ijazah Soediro, masih ada yang belum dilegalisasi.

''Kami hitung, ada tiga ijazah perguruan tinggi yang diserahkan ke KPUK saat mendaftar. Kami minta ke Soendoro untuk memilih salah satu ijazah mana yang dipakai. Ada ijazah sarjana ekonomi, ijazah transportasi, dan ijazah AMNI,'' kata dia, kemarin.

Lain lagi dengan Bambang Raya Saputra. Calon wali kota yang diusung Partai Golkar dan Partai Damai Sejahtera (PDS) itu hanya menggunakan ijazah SMA saat mendaftar ke KPUK. Padahal dalam beberapa kali sosialisasi kepada pers, misalnya, pada foto diri Bambang Raya, pencantuman nama calon itu memakai gelar MBA.

Sejauh ini KPUK belum mempermasalahkan hal itu. Karena dalam Undang-Undang (UU) 32/2004 dan Peraturan Pemerintah (PP) 6/2005, ijazah yang dapat dipakai mendaftarkan diri serendah-rendahnya SMA. Adapun Bambang Raya menggunakan ijazah SMA sewaktu mendaftar.

Anggota Divisi Pengawasan Panwas Pilkada Kota Semarang, Zainal Abidin menjelaskan, Panwas Pilkada tidak bisa menindak dalam ''persoalan'' itu. Kecuali Bambang Raya saat mendaftarkan ke KPUK menggunakan ijazah MBA-nya, Panwas bisa menyelidiki ijazah MBA-nya apabila ijazah itu ditengarai bermasalah.

Terpisah, Bambang Raya menyatakan dirinya tidak ingin berpolemik soal gelar MBA yang disandangnya. Dia mengatakan, pada saat verifikasi di KPU Jumat (15/4) lalu, pihaknya hanya diminta menjelaskan singkatan nama "S" pada ijazah SMA miliknya. Karena pada ijazah SD sampai SMP, tercantum nama lengkap Bambang Raya Saputra.

Pihaknya tidak mencantumkan ijazah MBA ke KPUK untuk menghindari orang-orang yang ingin "mengail di air keruh". Sebab, gelar MBA kini lebih dikenal dengan MM. (G17,H5-84a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA