logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 18 April 2005 SEMARANG
Line

Janji Normalisasi Ditagih

SEMARANG - Warga yang bermukim di sekitar Kali Es, Kali Tenggang, dan Kali Banger menagih janji Pemkot Semarang untuk menormalisasi sungai tersebut. Mereka mengeluhkan tingginya sedimentasi yang menyebabkan rumah-rumah mereka selalu terancam banjir atau rob.

Selama ini, warga di daerah Kaligawe, Mlatiharjo, dan Kemijen mengaku pernah mengajukan sejumlah dana kepada Pemkot. Namun hingga saat ini, belum ada yang turun. Persoalan sedimentasi itu cukup meresahkan lantaran sebagian besar lumpur yang terbawa berasal dari kota bagian atas.

Ditambah lagi, Kali Es dan sebagian besar saluran air di Kaligawe amat berpotensi terhadap pertumbuhan eceng gondok.

''Pemkot baru sekali mengeruk Kali Es. Namun untuk menghilangkan eceng gondok, masyarakat terpaksa berswadaya. Selama ini, kami memang selalu mengumpulkan dana untuk membenahi saluran, jalan, dan penerangan. Dana dari Pemkot belum ada sepeser pun yang turun. Padahal waktu Pak Kawi (Sukawi Sutarip-Red) masih menjabat sebagai Wali Kota sudah meninjau lokasi,'' ujar Sunardi, wakil Ketua RW 2 Kelurahan Kaligawe, kemarin.

Sedimentasi sungai tersebut, mencapai ketinggian 1,5 meter, ditambah ketinggian tanaman eceng gondok tersebut bisa mencapai satu meter. ''Begitu turun hujan atau ada kiriman air hujan dari kota atas, ya sudah. Air langsung menggenangi rumah-rumah warga.''

Pendapat senada juga diungkapkan warga Kelurahan Mlatiharjo yang bermukim di sekitar Kali Banger. Cepatnya lumpur yang menumpuk membuat warga terpaksa membersihkan saluran sedalam satu meter dengan lebar setengah meter itu sebulan sekali.

Seorang pengurus RW di Sawah Besar juga mengeluhkan lambatnya dana normalisasi tersebut. Selama ini, pihaknya telah berkali-kali mengajukan anggaran ke Pemkot. (rei-84n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA