| Senin, 18 April 2005 | BUDAYA |
Komedi Petualangan di Gurun SaharaWARGA di sebuah desa di Mali, Afrika Barat, menguburkan beberapa kerabat mereka yang meninggal secara misterius. Kematian beruntun ratusan warga Mali inilah yang membuat Dr Eva Rojas (Penelope Cruz), seorang dokter WHO berkeinginan menguak rahasia di balik wabah yang menerjang hampir seluruh wilayah Mali. Di lokasi lain, tepatnya di pegunungan tempat tinggal Suku Tuareg, Dirk Pitt (Matthew McConaughey) dan rekannya sesama pemburu harta karun, Al Giordano (Steve Zahn), menemui wabah yang sama. Keduanya sempat menyelematkan Dr Rojas. Dari sinilah dua kepentingan yang berbeda itu bertemu. Dua pria hendak menemukan misteri ''Ship of Death'' atau kapal hantu yang membawa harta karun dan sang dokter jelita ingin menguak wabah yang diramal bakal menjangkiti seluruh wilayah Afrika. Bahkan, dalam hitungan hari wabah itu dikisahkan bakal menjalar ke seluruh dunia. Petualangan dengan tujuan berbeda itulah yang diangkat dalam film Sahara. Indiana Jones Film ini tak jauh berbeda dengan film eksyen petualangan gaya Indian Jones-nya Steven Spielberg atau Romacing the Stone yang dibintangi Michael Douglas. Film yang diangkat dari novel karya Clive Cussler ini sarat dengan adegan aksi yang diselingi dengan adegan-adegan kocak. Sebuah ramuan klise, namun masih cukup mengena sebagai tontonan yang menghibur. Film garapan sutradara Breck Eisner berdasarkan skenario Thomas Dean Donnelly dan Joshua Appenheimer ini mengalir linier dan nyaris tanpa ketegangan yang memacu detak jantung. Bahkan, dalam beberapa hal, logika cerita terabaikan. Namun, film yang juga mengisahkan kemasyuran suku Tuareg sebagai suku pemberani yang dapat hidup dalam lingkungan alam paling ekstrem ini tetap memberikan kenikmatan tersendiri. Kenikmatan tontonan aksi petualangan yang menghibur. (Benny Benke-63) |