logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 18 April 2005 BUDAYA
Line

Film Virgin Raih Dua Penghargaan FFB 2005

BANDUNG - Film yang menuai kontroversi Virgin memperoleh dua penghargaan dari ajang Festival Film Bandung (FFB) 2005 yang diumumkan Sabtu (16/4) lalu. Kedua penghargaan itu masing-masing diperoleh lewat Laudya Chynthia Bella sebagai aktris terpuji dan Tommy Jepang sebagai penata kamera terpuji.

Tak pelak, dua penghargaan itu menimbulkan kekagetan. Simaklah komentar Laudya yang memerankan tokoh Biyan. ''Film ini kan dinilai aneh-aneh, penuh kontroversi. Jelas ini surprise banget buat gue, apalagi ini film pertama gue,'' kata Laudya.

Tak cukup di situ, Laudya berharap setidaknya perolehan dua penghargaan ini dapat membuka mata semua pihak atas film tersebut. ''Virgin nggak seburuk yang dibayangkan,'' katanya.

Anggota regu pengamat, Edy D Iskandar menjelaskan bahwa penilaian dalam FFB 2005 tidak didasarkan pada persoalan yang cenderung melebar. Mereka hanya mengamati komponen yang terkandung dalam film. Karena ragam macam, FFB setia menggunakan label ''terpuji'' dibanding ''terbaik''. ''Toh keputusannya pun dilakukan secara voting, atas pendapat yang berkembang dari sekitar 20-an anggota regu,'' katanya.

Karena itulah, meski mendapat dua penghargaan, film Virgin bisa tidak masuk dalam jajaran film terpuji, bahkan nominasi sekali pun. Yang mendapat sebutan itu adalah ''Mengejar Matahari''. Film ini juga menempatkan Rudi Soejarwo sebagai sutradara terpuji. Tak hanya itu, Fauzi Badhilah pun terpilih sebagai aktor pembantu terpuji untuk film yang sama. Dari 10 kategori, 3 di antaranya memang disabet Mengejar Matahari.

FFB 2005 juga meninggalkan jejak akan kedigjayaan aktor-aktor kawakan yang belum terladeni dalam soal berakting baik film maupun sinetron. Aktor film terpuji diraih Deddy Mizwar (Ketika), aktor sinetron terpuji Eeng Saptohadi (Kafir), dan aktris pembantu sinetron terpuji Nani Wijaya (Bajaj Bajuri).

Tapi aura yang muncul malam itu adalah optimisme akan kehadiran film-film nasional yang memberikan kesan tentu. Sebab, tahun ini paling sedikit 32 judul film siap beredar di pasaran. Setidaknya untuk FFB 2006, jumlah film yang akan dinilai semakin banyak dibanding sebelumnya yang hanya 20 judul film.

Selain itu, FFB juga memberikan penghargaan Khusus kepada Rosihan Anwar sebagai tokoh yang punya kecintaan dan kepedulian terhadap kemaslahatan film Indonesia. (dwi-63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA