SUARA MERDEKA
 
INDEKS NASIONAL Minggu, 17 April 2005

DEMAK - "Kesaktian" KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akan diuji kembali dalam Muktamar II Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Semarang, 16-18 April, setelah dalam Muktamar Ke-31 Nahdlatul Ulama di Donohudan, Surakarta, akhir November 2004, Gus Dur dikalahkan oleh pamannya, KH MA Sahal Mahfudh, dalam perebutan Rois Aam PBNU.

SEMARANG - Setelah pertemuan Kiai Langitan di Mranggen, Kabupaten Demak, kubu KH Abdurrahman Wahid-Muhaimin Iskandar tak mau ketinggalan. Mereka menyolidkan barisannya dengan menggelar pertemuan langsung dengan Gus Dur. Pertemuan itu berlangsung sekitar satu jam. Mereka sepakat mendukung duet Gus Dur-Muhaimin sebagai Ketua Umum Dewan Syuro dan Ketua Umum PKB periode lima tahun ke depan.

JIKA Ketua Dewan Syuro KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) masih ikut bermain dalam bursa pencalonan, dapat dipastikan perebutan ketua umum (ketua tanfidziyah), Muktamar PKB II tidak akan sesengit kongres PDI-P atau kongres PAN.

JAKARTA - Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas menjamin, auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Khairiansyah Salman yang akan disuap Mulyana W Kusumah, secara hukum berada di bawah perlindungan KPK.

KELUARGA Mulyana Wira Kusumah kini tengah menjadi sorotan publik berkaitan dengan penahanan sang kepala keluarga. Anak-anaknya yang telah dewasa bisa dikatakan tampil maksimal dalam memberikan dukungan kepada dia.

Pernah mendengar kisah "Burung Berkepala Dua"? Cerita itu terpampang di relief Candi Mendut. Alkisah, terdapatlah burung berkepala dua. Kepala Atas, yang lebih besar dan kuat, selalu memimpin tubuh ke mana dikehendaki, dan mendapatkan makanan-makanan yang enak, sedangkan Kepala Bawah hanya kebagian remah-remahnya saja.

JAKARTA - Sutan Rambing bersama kuasa hukumnya Zuhcli Imran Putra kemarin mengadukan Chrisjon ke Mabes Polri. Jeratan hukum untuk petinju asal Banjarnegara tersebut adalah pasal 372 KUHP tentang penggelapan uang dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

DEMAK - Sembilan kiai khos dari berbagai daerah di Indonesia, kemarin memimpin pembacaan doa khusus pada upacara pembukaan Muktamar PKB. Mereka adalah KH Abdul Wahid Zuhdi dari Grobogan,

SEMARANG - Pembahasan tata tertib Muktamar II PKB diperkirakan berlangsung panas. Sebab, ada banyak klausul di draf tata tertib yang dinilai menguntungkan salah satu pihak dan merugikan pihak lainnya. Satu di antara klausul dimaksud adalah mengenai reward suara bagi wilayah dan cabang PKB yang mampu mengukir prestasi politik gemilang pada Pemilu 2004.

DEMAK - Ada pemandangan menarik dalam acara pembukaan Muktamar II PKB di Pondok Pesantren Giri Kusumo, Banyumeneng, Mranggen, Demak, kemarin. Ketika Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi tiba di lokasi, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) justru meninggalkan arena pembukaan.

BUKAN Rieke Diah Pitaloka kalau tidak bisa membuat hadirin memberikan aplaus dan tertawa. Dengan gayanya yang kocak dan khas, pemeran Oneng dalam Sinetron Bajaj Bajuri itu benar-benar tampil prima sebagai pembawa acara peluncuran Buku Gus Dur Bertutur di Hotel Patra Semarang, Jumat (15/4) sore lalu.

KEPADATAN jadwal kegiatan benar-benar melelahkan para peserta Muktamar II PKB. Pada hari pertama muktamar kemarin, banyak dari mereka beristirahat di masjid kompleks Hotel Patra Semarang, tempat acara tertinggi partai itu berlangsung. Yang lebih menyenangkan, di serambi tempat ibadah itu ada tiga orang yang membuka praktik pijat urat saraf dengan olesan minyak tertentu.

Ada yang salah duga tentang Blora. Banyak pihak mengira daerah ini tidak produktif dari segi pertanian, tampak gersang, dan tanaman pangan sangat tergantung pada hujan. Kawasannya pun sebagian besar berupa hutan, dan itu pun milik Perum Perhutani.

Mengembangkan pariwisata di Blora? Memangnya, siapa konsumennya? Pastilah orang Blora sendiri! Ungkapan skeptis seperti itu niscaya muncul ketika ada pihak yang sangat percaya bahwa dunia pariwisata bisa berkembang di Kabupaten Blora. Banyak orang yang belum tahu, nama Blora telah masuk dalam agenda pariwisata global.

Menjadi daerah yang kaya akan sumber alam, tetapi tidak bisa menikmatinya, memang ngenes. Karena harapan untuk menikmati "emas" yang di depan mata sangatlah tinggi, tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Jarak yang lebar antara harapan dan kenyataan itulah yang membuat perasaan penasaran terus terjadi. Itu yang terjadi pada Blora, daerah yang kaya akan sumber daya alam berupa hutan dan migas.

DALAM rangka aplikasi dan implementasi penyelenggaraan otonomi daerah, Pemkab Blora telah melakukan sejumlah langkah kongkrit yang meliputi delapan elemen dasar. Hanya saja dalam penataan beberapa bidang muncul beberapa permasalahan. Apa saja permasalah itu? Berikut ini petikan wawancara dengan Penjabat Bupati Drs Suwoko SH, yang belum lama memegang tampuk pimpinan itu:

TELAH banyak hal yang diperbuat untuk masyarakat Blora selama pelaksanaan otonomi daerah. Bagi Ketua DPRD Blora H Warsit SPd, muara semua langkah itu adalah kesejahteraan rakyat. Berikut ini petikan wawancara dengannya:

Di antara banyak daerah di Indonesia, Kabupaten Jembrana Bali sering disebut-sebut sebagai contoh daerah yang berhasil mewujudkan pembangunan pro-rakyat. Daerah yang tergolong tidak kaya itu menjadi salah satu kabupaten di Indonesia yang bisa memberikan berbagai pelayanan umum secara gratis:

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA