SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Jumat, 15 April 2005

 

SEMARANG-Tiga bank, yakni Bank BPD Jateng, BII, dan HSBC, berencana membuka cabang syariah di Jateng karena pangsa pasarnya masih terbuka sangat lebar. ''Mereka telah menyatakan minatnya membuka cabang di sini, tetapi baru sebatas pembicaraan nonformal, belum mengajukan surat permohonan resmi,''

JAKARTA-Pemerintah pada 13 April 2005 menerbitkan obligasi internasional atau global bond INDO-15 senilai 1 miliar dolar AS berjangka waktu 10 tahun. Obligasi itu jatuh tempo pada 20 April 2015 menggunakan rule 144A/regulations offering.

SEMARANG-Kinerja perbankan di Jateng yang terdiri atas bank umum dan BPR sampai Februari 2005 menunjukkan perkembangan cukup menggembirakan dibandingkan dengan Maret 2004. Total aset meningkat 11,79% menjadi Rp 61.812 miliar, dana pihak ketiga (DPK) naik 6,12% menjadi Rp 48.724 miliar,

JAKARTA-Pasar properti di berbagai kota yang pulih membuat pengusaha real estate atau pengembang makin optimistis dan percaya diri. ''Saat ini pengembang tidak lagi mengandalkan pembiayaan dari perbankan dalam bentuk kredit konstruksi untuk membangun proyeknya,'' kata Haryanto

ADA beberapa surat pembaca yang masuk ke redaksi yang pada umumnya menanyakan apakah dengan adanya perubahan besarnya PTKP pajak yang ditanggung pemerintah masih berlaku? Hal itu mereka ajukan karena sampai saat ini peraturannya tidak dicabut.

 

JAKARTA-Harga minyak dunia yang kini di atas 50 dolar AS/barel secara makro justru menguntungkan Indonesia. Berdasarkan perhitungan kasar setiap kenaikan 1 dolar AS akan berdampak pada peningkatan cadangan devisa sebesar 130 juta dolar AS.

JAKARTA-Meskipun Bank Indonesia (BI) ketat mengawal agar kursnya terjaga, keminiman sentimen positif di dalam negeri membuat pergerakan rupiah makin tertekan. Kamis petang rupiah ditutup melemah 40 poin di posisi Rp 9.520/dolar AS, sedangkan sehari sebelumnya di level Rp 9.488/dolar AS.

JAKARTA-Pembangunan infrastruktur berupa jalan, jembatan, jaringan irigasi, dan rel kereta api mendesak dilakukan dalam lima tahun ke depan. ''Penyelesaian proyek-proyek infrastruktur itu diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian,''

SOLO-Produksi tembakau di Jateng yang berlebihan sangat merugikan petani. Namun ada pihak lain yang diuntungkan, yakni para pengepul. ''Pengepul bermodal kuat bisa menumpuk stok memanfaatkan kesempatan membeli tembakau dalam jumlah besar ketika harga jatuh,'' ujar H Bedmanto,

SEMARANG-Kontribusi warung telkom (wartel) terhadap pendapatan PT Telkom yang terus turun mendorong perusahaan telekomunikasi membuat program baru, yakni membangun gerai telkom. "Program itu sekarang masih dalam taraf penggodokan dan segera direalisasi dalam waktu dekat," kata R Rijanto Utomo,

DI Semarang dan kota-kota lain di Jateng bisnis jasa yang mengurusi pindah rumah merupakan hal baru. Berbeda dari kota-kota besar di Tanah Air, misalnya Jakarta dan Surabaya, yang sudah menjamur.

SOLO-Indosat kembali menurunkan tarif percakapan. Lewat ''Paket IM3 Super'' operator seluler itu menerapkan tarif percakapan lokal untuk area Jateng bagian selatan yang meliputi Sragen sampai Purwokerto, eks Karesidenan Kedu, dan DIY.

SEMARANG-Black Berry, produk baru Indosat hingga saat ini masih dalam taraf penjajakan potensi pasar di Jateng. "Produk ini memang ditujukan bagi kalangan atas, terutama perusahaan yang banyak bekerja dengan e-mail. Potensi pasarnya di Jateng sudah ada,"

 

KEBUTUHAN daging terus meningkat seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat atas gizi. Kambing Peranakan Etawa (PE) adalah salah satu komoditas ternak yang dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

SEMARANG- Real Estat Indonesia (REI) Jateng akan menyelenggarakan musyawarah daerah (musda) di Hotel Grand Candi 18 April 2005. Kegiatan itu antara lain mengagendakan pemilihan ketua DPD baru yang akan menggantikan Djoko Slamet Utomo, ketua pada saat sekarang. Musda direncanakan dibuka langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto yang sekaligus menjadi keynote speaker dalam seminar yang digelar bersamaan.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA