| Jumat, 15 April 2005 | SALA |
Pemprov Jadi Fasilitator Perajin KeramikKLATEN - Keramik produksi Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten diyakini akan mampu bersaing di pasaran karena mempunyai ciri khas yang berbeda dengan daerah penghasil keramik lainnya. Keramik Melikan mampu memadukan unsur alami dengan teknik glasur yang cantik. ''Keramik Klaten punya spesifikasi sendiri yang berbeda dengan daerah lain. Di sini ada sentuhan seni, yakni memadukan glasur dengan mempertahankan kesan alami. Menurut saya, ciri ini akan memberi nilai jual yang bagus,'' kata Gubernur H Mardiyanto, Kamis (14/4). Gubernur hadir di Klaten untuk meresmikan pembukaan Pusat Pelestarian Budaya dan Pengembangan Keramik Putaran Miring yang berlokasi di Dukuh Bayat, Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten. Dia berharap sarana itu dapat memberikan nilai tambah bagi perkembangan keramik Melikan. ''Masalah pemasaran, pemerintah bisa jadi fasilitator. Jateng kan punya anjungan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Daerah yang rajin menggunakan fasilitas itu penjualan kerajinannya luar bisa. Mengapa Klaten tidak memanfaatkan kesempatan itu?'' ujarnya. Peluang Dalam waktu dekat Pengusaha Muda Indonesia juga akan membukaTrade Centre di Roterdam. Kesempatan itu harus bisa dijadikan peluang dengan memamerkan produk andalan. Biasanya melalui pameran, produk akan dikenal luas. ''Perajin harus gigih mencari peluang pemasaran, tapi juga harus selalu meningkatkan kualitas produk dan mencari desain-desain baru,'' katanya. Menurutnya, pemerintah bisa membuka pintu agar masyarakat luar bisa mengakses produk-produk yang dihasilkan. Pemerintah juga bisa menjadi fasilitator bagi kerja sama antara perajin dan lembaga pelatihan, eksportir dan pedagang cendera mata. Gubernur menambahkan, kegiatan perdagangan kerajinan tidak bisa lepas dari kepariwisataan. Karena itu, dia menyatakan salut atas diresmikannya empat desa wisata di sekitar Desa Melikan. Dia berpesan agar dalam mengembangkan desa wisata tidak menghilangan kondisi alami daerah tersebut. Dalam kesempatan itu, Gubernur meninjau showroom dan workshop keramik bantuan Pemerintah Jepang didampingi Bupati H Haryanto dan Muspida. Mereka dipandu Prof Chitaru Kawasaki Ketua Jurusan Keramik Kyoto Seica University Jepang yang sudah 10 tahun lebih bergelut dengan keramik putaran miring Melikan. Melalui penerjemah, dia bercerita panjang lebar tentang pengembangan desain keramik yang dikembangkan di Melikan kepada Gubernur dan rombongannya. Selanjutnya, Gubernur melihat proses pembuatan keramik dengan teknik putaran miring. Pekerjaan itu dilakukan dengan teknologi sederhana tapi mampu menghasilkan karya yang indah. Dalam waktu kurang dari lima menit, Ny Daliyem (60) mampu membuat sebuah guci. Tak kalah dengan seniornya, bocah SD pun mampu mendemonstrasikan cara membuat keramik putaran miring. Sebelum meninggalkan lokasi, gubernur menyatakan kesediaannya untuk membantu bila ada masalah yang dihadapi Kawasaki. (F5-92n) |