| Jumat, 15 April 2005 | PANTURA |
Pedagang Tinggalkan Anjungan MiniBATANG - Kompleks pertokoan Anjungan Mini milik Pemerintah Kabupaten Batang yang berada di Jalan Raya Matangan disarankan agar diubah menjadi losmen. Sebab sekarang ini tidak ada pedagang yang membuka tokonya, sehingga kompleks pertokoan itu terkesan tidak ada aktivitas. Ketua Komisi C DPRD Batang Suyono menyatakan melihat keadaan Anjungan Mini yang sekarang sudah ditinggalkan para pedagang, sebaiknya instansi terkait mencari terobosan baru. Para pedagang memilih menutup usahanya karena Anjungan Mini tersebut sepi pengunjung. ''Kelihatannya mubazir kalau bangunan baru dibiarkan terbengkalai dan ditinggalkan pedagang. Alangkah baiknya kalau anjungan tersebut diubah fungsi menjadi losmen saja,'' ujar Suyono. Dia menjelaskan, sebenarnya letak Anjungan Mini itu sangat strategis. Mengingat berada di jalur pantura. Namun dalam perkembangannya, 43 kios yang semula digunakan sebagai tempat menjual produk-produk unggulan Kabupaten Batang, kini sebagian besar sudah tutup. Hal itu disebabkan para pedagang enggan berjualan di tempat itu. ''Beberapa pedagang yang membuka usahanya di Anjungan Mini, ketika saya kontak menyatakan tidak mau membuka kiosnya karena sepi pembeli. Alasan ini memang kuat, sebab sebagian kios itu menjual produk batik. Padahal tak jauh dari Anjungan Mini, ada Pasar grosir batik di Setono, Kota Pekalongan,'' ujar Anggota FPP itu. Karena itulah, dia menyarankan untuk merubah fungsi kompleks pertokoan itu menjadi losmen untuk sales maupun keluarga menengah, mengingat mobilitas bisnis sangat tinggi di jalur pantura tersebut. Sementara itu, hotel-hotel yang ada di Batang maupun Pekalongan menyediakan tarif kamar yang tinggi. ''Saya yakin, meskipun kelasnya losmen, namun jika fasilitasnya seperti hotel misalnya ada AC dan TV, tentu akan banyak yang menginap. Selanjutnya, pengelolaannya diserahkan kepada Perusda Aneka Usaha.'' Hal senada juga dikatakan Sekretaris Komisi B Ny Hj Rutiyah yang menyarankan agar Anjungan Mini diubah fungsinya menjadi losmen. Alasannya, tingkat hunian hotel di Batang cukup tinggi. ''Anjungan Mini saya kira sudah tidak tepat lagi untuk pasar grosir. Saya setuju dengan Komisi C, tempat tersebut dijadikan losmen dengan fasilitas yang lengkap,'' ujar anggota Fraksi Demokrat itu. Kepala Kantor Perindustrian dan Perdagangan Drs Sukardi Paputungan menyatakan dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil pedagang yang menempati kios di Anjungan Mini. Mereka akan diajak untuk kembali membuka kiosnya bersama-sama. ''Kalau dulu orientasinya hanya produk unggulan, maka ke depan silakan menjual produk apa saja. Kami juga akan membenahi lingkungan, seperti pembongkaran pagar depan sehingga terlihat sebagai tempat aktivitas bisnis," ujar Sukardi. Dia kurang sependapat kalau tempat itu dijadikan losmen. Sebab dalam waktu dekat, di samping tempat itu akan dibangun pasar grosir buah-buahan. ''Yang jelas, kami akan membuka terobosan agar Anjungan Mini ini menjadi pusat bisnis di Batang.''(ar-34dm) |