logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 April 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Hati-hati Belanja di ADA Setiabudi

Saya pelanggan ADA swalayan Setiabudi Semarang yang tiap bulan selalu belanja keperluan sehari-hari. TanggaI 26 Maret 2005 sekitar pukul 15.30 saya kecopetan tas tangan saat belanja di sana. Tas saya letakkan di troli bersama barang belanjaan.

Di saat mengambil barang yang saya perlukan, tas sudah tidak ada. Saya langsung ke kasir dan dibantu karyawan mencari security. Saya laporkan juga pada satpam di pintu yang langsung mencari dan melaporkan pada kepala security.

Saya sangat berharap ada tindakan segera dari pihak security ADA untuk mengamankan keadaan. Ternyata lama saya tunggu di depan pintu, tidak ada tanda-tanda perhatian dan reaksinya. Dengan gemas, jengkel dan panik saya mencari kepala security melaporkan saya kehilangan tas.

Tapi apa jawabnya, dengan tenang dia menjawab: ''Ini saya baru mencarinya''. Lho, bagaimana bisa ketemu kaIau langkahnya hanya seperti itu. Saya katakan apa tidak diambil tindakan pencegahan misal memblokir pintu masuk, dia menjawab, tidak bisa. Saya sangat kecewa, jengkel dan mendongkol.

Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan terima kasih pada petugas operator (maaf tidak tahu namanya) yang lebih bersimpati dan mau membantu. Kepada pihak ADA Swalayan mohon perhatiannya akan kejadian seperti itu.

Sulistyowati

Jl Taman Durian I/3 Semarang

***

Karisma Profesional

Hampir semua partai besar seperti PDI-P, Golkar, PAN, PPP dan PKB pernah digoyang oleh kader internalnya. Hal ini wajar dan sah-sah saja, karena silang pendapat merupakan tanda adanya kehidupan demokrasi. Terutama terjadi menjelang munas/mubes, kongres yang agendanya memilih pengurus DPP.

PDI-P muncul konflik internal antara PDI-P karismatik yang dikomandani Mega Cs dan yang menghendaki pembaharuan dukungan Laksamana Sukardi dkk. Biarlah masalah internal diselesaikan sendiri. Namun bila terjadi tindakan anarkis kiranya Polri wajib mengambil langkah preventif.

Tidak jarang pengamat dan pemerhati politik setelah memperhatikan langkah Mega sejak tahun 1996 - 1999, dapat membaca keberhasilannya, walau setelah itu ada kemunduran hasil Pemilu 2004. Namun Mega tetap punya karisma, profesional serta mendapat dukungan arus bawah. Terbukti di Kongres Bali dia terpilih kembali sebagai ketua secara aklamasi.

Terlepas dari itu, ketua yang baru terpilih lagi harus berani mengoreksi secara tegas bila ada pengurusnya yang dapat merusak citra partai. Kita berharap ke depan partai ini konsisten membela rakyat kecil. Tetap memberikan kontribusi positif untuk kemajuan bangsa, tidak memikirkan kelompoknya saja.

Soal kepemimpinan nasional PDI-P banyak orang menghendaki regenerasi. Namun hal itu perlu waktu. Contoh, Partai Golkar yang punya segudang kader muda berbobot, tetapi masih mempercayakan kepada tokoh tua JK sebagai ketua umumnya. Selamat bekerja, semoga ketua umum PDI-P tetap konsisten.

Imam Soekirman SH

Jl Kapas Raya A 14 Genuk Indah, Semarang

***

Hanya Kapolda yang Bisa Ungkap Kasus

Menaggapi Surat Pembaca Sdr Fajar DH beberapa waktu lalu, saya sebagai pengamat korupsi di Kendal merasa bersyukur. Tetapi sayang para aktivis, tokoh masyarakat dan pegiat LSM banyak yang kurang memperhatikan.

Pengamatan saya koran lokal di Kendal kurang tertarik mengungkap masalah korupsi. Mereka lebih suka menulis kriminal dan pemadaman listrik. Sedang penegak hokum nampaknya belum berniat menangani pemberantasan korupsi. Terbukti belum ada kasus korupsi yang melibatkan pejabat, terungkap.

Pengamatan saya hanya 3 LSM yang bersungguh-sungguh mengungkap dugaan korupsi yaitu Komite Penegak Keasilan (KPK Kendal) Cepiring, LePADI Kaliwungu dan Jaringan Intelek Muda Muhammadiyah di Boja. Mereka mengajukan kasus korupsi ke KPK di Jakarta dan mendapat respons positif.

Sedangkan LSM dari Weleri, Sukorejo, Pegandon dan Kendal Kota yang awalnya galak sekarang kehabisan tenaga dan tidak pernah melakukan manuver serta teriakan pemberantasan korupsi. Padahal melawan korupsi perlu kerjasama semua pihak baik

Sekarang harapan tinggal pada Bpk Kapolda Chaerul Rasjid yang dengan keberaniannya bisa meluluhlantakkan togel. Apakah beliau tertarik menangani dugaan korupsi di Kendal atau tidak. Karena kasus dugaan korupsi APBD 2003 yang ditangani Polwiltabes Semarang saja bumpet.

Sayuti

Cening Rt 2/Rw 1 Singorojo, Kendal

***

Perjalanan Basoka Mendukung Persiku

Kehadiran Bala Suporter Kudus Raya (Basoka) mari kita cermati tanpa prasangka dan kecemburuan yang berlebihan. Kelompok ini merupakan gabungan dari beberapa lasykar pendukung Persiku yang fanatis, dengan program positif, kreatif dan atraktif.

Basoka sendiri konsisten memberi dukungan kepada para pemain, manager dan pelatih.Sama sekali tidak mencampuri kebijakan manajemen maupun teknik dan materi pemain. Pendukungnya unsur masyarakat termasuk perangkat desa, mahasiswa; siswa SLTA, juga anggota Dewan dan pengusaha.

Lewat lagu-lagu perjuangan dan kreasi lain bisa menambah semangat para pemain di lapangan dengan gaya yang energik. Tak jarang lantunan terompet Mas Agus Darmawan yang anggota Dewan sering membuat penonton hanyut terbawa alunan iramanya. Keberadaan Basoka bukan gejala perpecahan di antara suporter.

Namun semata lebih mengedepankan kreativitas dan mendukung para pemain yang kini menghadapi perjalanan ke jenjang Divisi I PSSI. Basoka tidak terlalu banyak berharap fasilitas, namun tetap akan menjaga jarak yang sama kepada semua pihak.

Selalu menerima dengan besar hati kritik bersifat konstruktif, transparan atas manajemen organisasi. Semua pengurus dan anggota berharap terutama kepada suporter untuk membangun ciri yang lebih santun sebagai paradigma baru, dalam menuju keberhasilan tim Persiku ke jenjang yang lebih bergensi. Dan yang perlu di ingat, hidupkan Persiku, jangan mencari hidup di dalamnya. Kompak kepada seluruh penggemar Persiku, tak terkecuali rekan-rekan yang tergabung dalam SMM pimpinan Pak Solekhan.

Abdullah Fanani

Loram Wetan Rt 5/Rw I Jati, Kudus

***

Melawan Korupsi

Gong memberantas korupsi patut disyukuri terutama oleh rakyat yang tidak melakukan perbuatan tersebut. Korupsi berjamaah yang terjadi antara tahun 1999 s.d 2004 oleh kalangan politikus busuk dan birokrasi waton kanggo merupakan kecelakaan sejarah bangsa.

Untuk mencegah terulangnya kecelakaan sejarah berupa korupsi saya mengajak masyarakat untuk:

- Melawan praktik KKN dalam penyelenggaraan pemerintahan sesuai UU No 28 tahun 1999 dan secepatnya melaporkan ke aparat penegak hukum bila melihat tindak pidana korupsi sesuai UU No 31 tahun 1999.

- Masyarakat jangan apatis dan harus melakukan kontrol bila melihat persoalan yang kurang baik dalam penyelenggaraan pemerintahan. Jangan segan melakukan gugatan atau tuntutan ke pengadilan (Perdata, Pidana, Tata Usaha Negara ) atau ke Komnas HAM kalau menyangkut pelanggaran HAM.

Riyanto

Jl Agil Kusumadya Gg II/1028 B, Pati


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA