| Selasa, 12 April 2005 | NASIONAL |
Perlu Dibentuk Jaringan Antikorupsi
SEMARANG-Untuk mendukung pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, perlu dibentuk jaringan antikorupsi di Jateng. Jaringan itu diharapkan bisa menyinergikan kalangan kampus, LSM, dan pers, sehingga menjadi kekuatan yang signifikan untuk pemberantasan korupsi. Usulan itu disampaikan Visiting Professor Universitas Gadjah Mada (UGM) Eiji Oyamada PhD, dalam diskusi dengan kalangan LSM dan pers di Sekretariat PWI Jateng Jl Trilomba Juang, Senin (11/4). ''Tiga tahun saya bertugas di Filipina, di sana banyak terjadi kasus korupsi. Di sini (Indonesia), jumlah kasus korupsi tak kalah banyak. Untuk bisa mengurangi atau menekannya, perlu peran serta kampus, non-government organization (NGO) atau LSM, dan kalangan jurnalis,'' tandas Eiji, yang juga Konsultan World Bank dengan spesialisasi sistem anti-KKN. Hal yang bisa dilakukan, kata Eiji, meliputi pembentukan sistem anti-KKN, program kemitraan, serta promosi pemberantasan korupsi. Program jangka pendek yang bisa dilakukan adalah pelatihan atau workshop antikorupsi yang melibatkan ketiga unsur itu. Eiji juga memandang penting dukungan dalam program pemberantasan korupsi skala lokal. Menurut dia, korupsi pada tingkat lokal bisa berlangsung lebih intens dan relatif minim perhatian publik, ketimbang korupsi yang berskala nasional. Dalam kesempatan itu, Eiji juga melontarkan gagasan tentang perlunya kurikulum antikorupsi. Menurut dia, setiap mahasiswa perlu dibekali pengetahuan tentang sistem antikorupsi dalam mata kuliah yang diambilnya. Gagasan itu sedang dirintis di UGM, tempat Eiji menjadi dosen tamu. (amp-69t) | ||||