| Minggu, 10 April 2005 | OLAHRAGA |
Berobsesi Cetak Atlet NasionalSEBELUMNYA Jateng dikenal sebagai salah satu gudang juara angkat berat nasional dan Pekan Olahraga Nasional (PON). Sebut saja nama Sadino, Ismanadi, Roby Gunawan (alm), Darmanto dan juga Suparno (alm). Bahkan Suparno pernah dua kali merebut titel juara Asia kelas 110 kg. Namun di PON XVI Palembang yang digelar September 2004, Jateng tak mampu membawa sekeping medali emas pun dari 19 emas yang diperebutkan. Karena itu, Pengda PABBSI Jateng terus mencari akal menggali bibit baru. Di antaranya, mereka menjalin kerja sama dengan Batalyon Kavaleri (Yonkav) 2 Serbu Ambarawa untuk mencetak atlet nasional. Acara perkenalan sekaligus coaching clinic dilakukan di ruang fitness Yonkav 2 Serbu Ambarawa baru-baru ini, diikuti satu kompi (sekitar 80 orang). Dalam coaching clinic yang berlangsung meriah itu, Pengda PABBSI Jateng membawa Meny (juara nasional binaraga kelas 75 kg) dan Sadino (pelatih angkat berat dan angkat besi), keduanya dari Ryu Gym Semarang. Sedangkan Agus S Winarto, bendahara Pengda PABBSI Jateng yang tampil sebagai tutor mengutarakan bahwa angkat berat lebih mudah ditekuni, sebab tehniknya lebih sederhana dibanding angkat besi maupun binaraga. Empat Emas "Di angkat berat dikenal ada tiga angkatan, yakni squat, dead lift, dan bench press, dan memperebutkan empat medali emas, yaitu di nomor squat, dead lift, bench press dan total angkatan," tandas Agus. Menurut mantan juara angkat besi Porda Jateng ini, dengan berlatih tekun, setahun bisa tampil sebagai juara di Kejurda dan dua tahun bisa unjuk gigi di Kejurnas. Dalam coaching clinic yang berlangsung seru itu, para prajurit dipimpin oleh Kapten Kav Rony Tobigo (Danki Tank 2.1) mewakili Letkol Kav Widyoseno (Danyon Kav 2 Serbu Ambarawa). "Usia prajurit TNI masih muda, antara 18-20 tahun. Mereka bisa diproyeksikan dalam jangka pendek untuk turun di Porda Jateng, September mendatang. Sedangkan proyeksi jangka panjang, mereka dapat berprestasi emas di Kejurnas maupun PON XVII Kaltim 2008. "Mereka (prajurit TNI) masih muda, punya modal fisik yang bagus, tinggal menempa fisik dan teknik," tandas Agus Winarto, yang juga Ketua Ryu Gym. (Paulus NM-77) |