| Minggu, 10 April 2005 | NASIONAL |
Bintang KongresDimaki, Salah KamarPROTES agaknya tak lagi membuat Khafid Sirotudin jengah. Boleh dikata, dalam suasana kongres hampir selalu terlontar kritik-kritik pedas dari para peserta, seperti terhadap menu harian. Secara berkelakar, Wakil Koordinator Humas Publikasi dan Dokumentasi Kongres II PAN itu mengaku kenyang makian. Dalam kondisi ''serbapanas'' semacam itu, orang sudah tentu bisa ikut naik pitam. Beruntung, bapak empat anak itu sudah terbiasa melibatkan diri dalam kepanitiaan sejak mahasiswa. ''Sebenarnya, paling enak jadi peserta kongres. Yen ora cocok, isa ngamuk (Kalau tidak cocok bisa mengamuk),'' ungkapnya, Sabtu (9/4), di Media Center yang menjadi markasnya sehari-hari selama kongres berlangsung. Itulah sebabnya, dia punya cara paling afdal. Tiap kali ada peserta yang marah-marah, aktivis pers mahasiswa angkatan 1987 itu mesti pasang tampang manis, tebar senyum, lalu minta maaf. Malah dia sering kali harus menerima komplain peserta yang salah alamat. Wakil Ketua DPW PAN Jateng itu kena sasaran amukan peserta dari Indonesia Timur. Usut punya usut ternyata mereka salah masuk kamar. Awalnya mereka hendak mengadukan persoalan DPD ke crisis center tapi ternyata salah masuk ke media center. Mereka, imbuh Ketua Komisi B DPRD Jateng itu, karena merasa dicuekin lalu marah-marah. (Tim SM-83j) *** Mentari Biru''Harus Kita Perjuangkan'' BANYAK kejadian menggelikan muncul di media center, terutama dari peserta. Kali ini, kelucuan itu terjadi sewaktu seorang kandidat ketua umum datang. Seusai konferensi pers di samping Ruang Ramayana, rombongan Samuel Kotto bermaksud melihat-lihat aktivitas wartawan. Mendapat kunjungan tiba-tiba itu, beberapa wartawan pun saling berseloroh dengan bermacam pertanyaan. ''Kalau Bapak menang, bagaimana dengan nasib rakyat miskin?'' tanya seorang wartawan. Koto menjawab, ''Harus kita perjuangkan.'' (Tim SM-83j) Amien Merapat ke Hatta ULAH penjaga stan kampanye menarik simpati pengunjung memang aneh-aneh. Ada yang mengandalkan gadis cantik penggaet pengunjung, seperti di stan Soetrisno Bachir. Ada pula yang berorasi keras-keras laiknya penjual obat. Cara itu seperti yang ditemui di stan Hatta Radjasa. Menjelang pemilihan ketua umum kemarin, seorang penjaga stan itu gencar berpersuasi. ''Headline hari ini, Amien merapat ke Hatta,'' ucapnya berulang-ulang sembari menyebut nama koran yang memuat berita itu. (Tim SM-83j) Pigura Foto Amien Pecah SABTU (9/4) sekitar pukul 22.00, puluhan wartawan di media center yang ada di samping ruang Rama Sinta dikejutkan suara kaca pecah. Setelah ditengok ternyata pigura berisikan foto Amien Rais, Hatta Radjasa, dan AM Fatwa di depan ruang Rama Sinta jatuh dari sandarannya dan pecah kacanya. Foto itu diambil saat ketiganya sedang dalam acara Rakernas di Bali pada 16-18 April 2001. Kontan saja pecahnya pigura itu menimbulkan pertanyaan. ''Pertanda apa ini ya? celetuk seorang wartawan sambil mengamati foto tersebut. (Tim SM-83) |