SUARA MERDEKA
 
INDEKS INTERNASIONAL Kamis, 31 Maret 2005

NEW YORK - Laporan hasil investigasi atas dugaan korupsi dalam program minyak-untuk-pangan PBB, memancing banyak pertanyaan dan kritik atas lembaga dunia itu. Sekretaris Jenderal Kofi Annan dan pejabat PBB dinyatakan tidak secara sungguh-sungguh mengusut kasus tersebut.

BISHKEK - Kudeta di Kirgiztan telah mengantarkan mantan orang dalam dari rezim lama ke tampuk kekuasaan. Padahal, kebijakan-kebijakan rezim lama tidak jelas dan kepercayaan demokrasinya belum teruji. Hal itu menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka mungkin membawa negara kembali ke kekuasaan otoriter.

WASHINGTON - Gempa kuat yang mengguncang lepas pantai Sumatra Senin lalu, mungkin tidak menimbulkan tsunami mematikan karena lokasinya dalam dan terjadi secara kebetulan, kata para pakar, Selasa lalu.

BANGKOK - Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra Rabu kemarin mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah untuk melakukan pendekataan kekeluargaan terhadap masyarakat yang ada di sejumlah provinsi paling selatan negara itu.

 

NATANZ - Iran Rabu kemarin membawa sekelompok jurnalis ke pusat fasilitas nuklirnya, yang sampai akhir 2002 masih dirahasiakan. Kompleks nuklir itulah yang diserukan oleh Washington dan Uni Eropa (UE) untuk ditutup. Sekitar 30 wartawan lokal dan asing mengunjungi fasilitas pengayaan uranium Natanz, sekitar 250 kilometer sebelah selatan Teheran.

SEORANG pria berbaring di dalam kapsul besar berisi 30 persen oksigen terkonsentrasi. Dia tengah menghilangkan penat dan lelah di salon ''AirPress'', Tokyo, kemarin. Salon itu menyediakan layanan udara segar melalui konsentrasi oksigen. Layanan lainnya adalah terapi minyak beraroma menyegarkan. Untuk menikmati layanan itu, dikenakan biaya 1.000 yen (sekitar Rp 90.000).(52)

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA