| Kamis, 31 Maret 2005 | PANTURA |
PKS Masih Godok Kepastian Bergabung dengan Parpol LainPEKALONGAN - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Pekalongan selama dua hari ini akan meminta informasi kepada pengurus DPD hingga ranting mengenai kemungkinan bergabung dengan parpol lain untuk mencalonkan pasangan Cawalkot Pekalongan. Itu dilakukan setelah Partai Demokrat dan beberapa partai lain yang tidak memiliki kursi di DPRD menawarkan kepada partainya untuk mencalonkan cawalkot sendiri. Ketua DPD PKS Fahrudin SIP kemarin menjelaskan, turunnya putusan Majelis Konstitusi (MK) menyangkut pilwalkot membuat gabungan beberapa parpol mulai merapatkan diri memikirkan peluang untuk mendaftarkan cawalkot ke KPUD. Sesuai dengan hasil perhitungan Pemilu Legislatif 2004, untuk memenuhi jumlah suara 15% sebenarnya bisa dicukupi dari delapan partai, yakni PKS, Partai Demokrat, PBB, PKPI, PKPB, PDS, PNBK, dan PBR. Jumlah suara dari delapan partai itu sudah mencapai 22.802, padahal untuk mencapai 15% suara yang diperlukan hanya 22.427 suara. Melihat peluang itu, pihaknya memberikan tiga opsi untuk partainya. Pertama, bergabung dengan parpol lain untuk mengajukan pasangan cawalkot dan cawawalkot. Kedua, partainya netral dalam arti tidak mendukung seluruh calon yang diajukan partai lain, atau ketiga, mendukung salah satu calon yang diajukan partai lain. Untuk menentukan ketiga opsi itu, menurut dia, tidak mudah. ''Kalau pengurus DPD mungkin gampang agar partai memilih opsi pertama, tapi apakah pengurus ranting juga menghendaki opsi pertama? Itu yang akan dicari informasinya. Karena itu, dalam waktu dua hari ini kami akan ke ranting-ranting untuk kemudian menentukan sikap,'' katanya. Pertemuan Namun, bila terpaksa harus memilih opsi ketiga, kata Fahrudin, mestinya juga harus dilakukan pertemuan dengan para calon yang sudah didaftarkan ke KPUD. ''Partai akan melakukan semacam konvensi dari empat calon itu. Mereka diminta menyampaikan visi dan misinya di hadapan warga dan pengurus PKS. Calon terbaiklah yang akan dipilih,'' katanya. Menurut dia, ketetapan KPUD yang tidak akan mengubah jadwal pilwalkot itulah yang menjadi pemikiran. Kalau jadwal diundur, diperkirakan pilihan partainya jatuh pada opsi pertama, yakni bergabung dengan partai lain untuk mengajukan pasangan calon. Namun karena tidak diubah, partainya harus cepat menentukan pilihan dari beberapa opsi itu sehingga kalau nanti memilih opsi pertama masih ada kesempatan untuk mendaftarkan. Dia menjelaskan, pendaftaran calon ke KPU dijadwalkan 1-7 April. ''Kalau nanti mencalonkan sendiri, yang penting mendaftarkan lebih dulu. Kalau masih ada kekurangan persyaratan, masih ada kesempatan lain untuk melengkapi. Jadi kalau soal waktu masih ada peluang,'' katanya. (A15-42n) |