| Kamis, 31 Maret 2005 | PANTURA |
Reka Ulang Pembunuhan BayiMuka Ditutup, Leher DitekanKAJEN - Dalam melakukan pembunuhan terhadap bayi yang baru dilahirkannya, Mitun Jayanti (27), warga Desa Srinahan, Kesesi, Kabupaten Pekalongan, terlebih dahulu menutup muka dan menekan leher anaknya tersebut dengan menggunakan jarit (kain batik-red) warna hijau yang dipakainya. Lebih kurang lima menit lamanya, dia baru membuka selendang dan melihat anaknya sudah tidak bernyawa lagi. Selanjutnya, dia mengambil tas plastik berwarna hitam untuk membungkus mayat bayi dan langsung membuangnya ke Sungai Layangan, Kesesi. Setelah membuang mayat bayi, wanita beranak satu dan tidak mempunyai suami tersebut selanjutnya kembali ke rumah. Setibanya di rumah, dia segera membersihkan semua sisa-sisa kotoran yang ada. Hal itu dilakukan agar perbuatannya tidak diketahui orang lain. Ketika semua pekerjaannya selesai, dia lalu duduk berbaring di kamar dan merenungkan perbuatan yang telah dilakukannya. Hal tersebut terungkap ketika Polres Pekalongan menggelar rekonstruksi perkara pembunuhunan yang dilakukan tersangka Mitun terhadap bayi yang baru dilahirkannya. Saat dilakukan rekonstruksi, tersangka yang masih berusia muda itu melakukan peragaan dengan baik. Dari awal hingga akhir, dia mempraktikan apa yang dilakukannya terhadap bayinya Kamis (14/3) pagi lalu secara lancar. Sementara itu, guna menindaklanjuti penyidikan lebih lanjut, ujar dia, pihaknya masih melakukan pencarian terhadap laki-laki yang menghamilinya. Menurut informasi, laki-laki yang menghamili tersangka berada di luar kota. Sementara itu, kepada Suara Merdeka, tersangka menjelaskan, beberapa saat setelah melahirkan bayinya tanpa bantuan orang lain, sekitar pukul 04.30, dirinya langsung menutup muka dan menekan bayi hingga meninggal. Mitun mengaku, dirinya tega membunuh bayi yang baru dilahirkannya karena merasa kalut dan bingung. "Beberapa saat setelah melahirkan, pikiran saya kosong dan langsung mengambil jarit untuk menutup muka bayi saya," ungkap dia. Saat ditemukan, kondisi bayi telah lepas dari kantong dan mengapung di Sungai Layangan yang mengalir di Desa Pecangaan, Comal. (H4-34a) |