logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Maret 2005 PANTURA
Line

15 % Daya Listrik Tak Terbayar

  • Akibat Sambungan Liar

BATANG - Daya listrik yang tidak terbayar (looses) di Kabupaten Batang mencapai 15 %. Hal itu terjadi karena masih banyaknya penduduk yang melakukan sambungan liar atau ngganthol.

Untuk menanggulanginya, kini PLN terus gencar melakukan program penyegelan. Yaitu, meneliti serta mengecek jumlah daya yang digunakan oleh pelanggan melalui meteran.

"Dari program penyegelan itu, kami temukan ada pelanggan yang mencuri daya. Dengan memperbesar KWH, louses itu akan terus kami tekan seminimal mungkin," ujar Manager Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Batang, Amat Muchdor.

Menurut dia, masih ada pelanggan yang nakal memasang lampu penerangan secara liar. Akibatnya, sering terjadi aliran listrik padam. Dampaknya, yang rugi tidak hanya PLN, tapi juga masyarakat.

Untuk itu, PLN secara rutin melakukan operasi pijar dengan melibatkan jajaran dari Pemerintah Kabupaten Batang, seperti Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP), Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan, Bagian Pereknomian, serta para camat. Intinya, sosialisasi penertiban sambuangan liar.

"Intinya kami bersama tim dari Pemda itu menginginkan kepada masyarakat agar tidak menyambung aliran yang digunakan untuk lampu penerangan secara liar. Karena banyak dijumpai lampu itu sore dinyalakan, tapi sampai siang ternyata belum dipadamkan. Itulah yang menyebabkan louses," ujar Mudhor.

Sekarang ini, jumlah pelanggan di wilayah APJ Batang mencapai sekitar 84.000 lebih. Padahal, jumlah rumah yang belum mendapat jaringan listrik masih banyak.

"Karena itu, PLN minta kepada masyarakat untuk tidak menyambung aliran secara liar. Selain itu, jangan coba-coba mencuri daya, sebab suatu saat pasti akan diketahui," tandasnya.

Kalau hal itu sampai terjadi, pelanggan akan dibebani tagihan susulan (TS), atau aliran listrik di rumah pelanggan akan dipadamkan sementara.

Selain operasi terpadu bersama tim dari Pemda, PLN juga melakukan operasi gropyokan, yaitu meneliti pelanggan yang pemakaian dayanya tinggi tapi pembayaran rekening bulanan tidak sebanding.

Semua kegiatan operasi tersebut, dilakukan petugas dari PLN APJ Pekalongan. "Karena PLN Batang berada di bawah Pekalongan."(ar-34a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA