| Kamis, 31 Maret 2005 | PANTURA |
Brebes-Jatibarang Rusak Parah
BREBES - Jalan dari Kota Brebes hingga ibu kota Kecamatan Jatibarang, kini rusak parah. Di beberapa ruas terdapat lubang besar penuh dengan kubangan air yang membahayakan pemakai jalan. Kerusakan jalan itu sudah berlangsung hampir dua bulan. Pemkab beberapa kali berusaha memperbaiki jalan itu namun tak lama kemudian rusak lagi. Kerusakan yang terjadi saat ini hampir merata di semua ruas jalan. Yang paling parah di sekitar Kampung Pengempon, Kelurahan Brebes, kemudian ke selatan di Desa Pulosari, Desa Terlangu, sampai Desa Kedungtukang. Beberapa pemakai jalan merasa sangat terganggu atas kerusakan jalan penting itu. Mereka terpaksa harus mencari sisi atau ruas yang masih bagus. Terlebih sehabis hujan tiba, badan jalan yang berlubang penuh dengan air sehingga jika pengemudi kendaraan tak hati-hati bisa terperosok ke lubang. Yang paling parah di sekitar Desa Terlangu, pertigaan ke arah Desa Wangandalem, kerusakan hampir menghiasi seluruh badan jalan. Aspal jalan mengelupas dan berubah menjadi kubangan yang dalam. Warga sekitar memasang bongkahan bekas bangunan di tengah jalan untuk menjadikan perhatian pemakai jalan agar hati-hati. Namun, pada waktu malam sangat membahayakan pemakai jalan. "Bisa-bisa bongkahan bekas bangunan itu diterjang kendaraan. Saya jadi ngeri membayangkan, apabila itu mengakibatkan kecelakaan lalu lintas," ujar seorang pengemudi angkutan umum. Jalan Kota Brebes-Jatibarang dengan panjang 12 km, sebelumnya merupakan jalan mulus karena beraspal hotmix. Kini meski beberapa kali diperbaiki, kondisinya tetap rusak karena tak kuat dengan menahan kubangan air. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ir Heru Pratisto mengatakan, kerusakan jalan Brebes-Jatibarang tahun ini masuk pemeliharaan. Pihaknya menyiapkan dana Rp 100 juta untuk pemeliharaan. Menurut keterangan dia, jalan kelas III itu sudah 10 tahun tidak pernah ditingkatkan atau dibangun baru lagi. Karena usianya sudah tua, rentan terhadap kerusakan. "Apalagi badan jalan posisinya berada di bawah saluran induk Wanganbui sehingga ketika hujan sering terendam air," ujarnya. Heru mengemukakan, agar kondisi jalan tersebut seperti 10 tahun lalu, perlu perbaikan total. Namun karena tahun ini tak tersedia dana cukup, akan diusulkan pada tahun anggaran depan.(wh-90j) Komentar MasyarakatRohmat (50), Jatibarang Kidul JALAN ke arah Jatibarang merupakan jalan yang sering dilewati pejabat pemerintah kabupaten, yang akan pergi ke Brebes selatan. Kalau rusak, tentu mereka merasakan sendiri, kendaraan harus bergoyang regae. Anehnya, jalan itu tak segera diperbaiki. Diperbaiki toh pakai uang rakyat. Samsudin (45), Saditan, Brebes SAYA menunggu sikap tanggap para aparat pemerintah. Mbok jangan dibiarkan terlalu lama jalan rusak. Yang rugi tentu saja pemakai jalan. Ny Romlah (35),Terlangu HAMPIR tiap hari saya cari jalan yang tak berlubang. Takut kejeglong; motor bisa fatal. Lubang yang ada cukup banyak dan merata. Kapan akan diperbaiki. Tunggu apalagi, anggaran pemkab sudah digedok Dewan.(wh-90a) |