| Kamis, 31 Maret 2005 | WACANA |
Surat PembacaSapu Bersih sampai GanyangSapu bersih : koruptor kakap Baru, ganyang Malaysia yang serobot teritori dan siapa saja yang tidak menghormati bangsa Indonesia (tanpa kecuali negara-negara Timur Tengah yang sering lecehkan TKW ). Terlalu lama?. Tidak, karena begitu hal tersebut ditindaklanjuti dengan sepenuh hati semua akan beres sendiri. Persatuan menjadi kuat, Indonesia menjadi bangsa bermartabat para tukang intervensi akan berpikir seribu kali untuk melakukan agresi, infiltrasi provokasi dan si .... si yang lain. Purnomo Iman Santoso *** Apkommas tentang Notebook Bekas Berkaitan Surat Pembaca tulisan Sdr Setyo Purnomo 19 Maret 2005, pengurus Apkommas (Asosiasi Pengusaha Komputer Banyumas) telah klarifikasi sbb: Sdr Setyo membeli Notebook bekas merk Samsung tanggal 29 Januari 2005. (kopi terlampir). Sdr tersebut telah mencobanya satu jam lebih bersama temannya yang teknisi/programmer computer sebelum memutuskan membeli. Artinya setuju dengan kondisi barangnya. Sdr komplain setelah satu minggu pembelian dan tetap dilayani walau jelas tidak ada tulisan garansi dalam nota pembelian. Pihak Tripio Komputer telah membantu service sampai 3 kali tanpa dipungut biaya. Sdr telah membuat tulisan yang menyesatkan dan merusak citra penjual komputer Banyumas seolah-olah telah ditipu. Sdr seharusnya tahu risiko membeli barang elektronik bekas, termasuk notebook, komputer dan lainnya. Apkommas mengimbau pembaca agar tidak terprovokasi dan berhati-hati membeli komputer baik baru maupun bekas agar tidak merasa dirugikan. Soal garansi harus jelas dan dipahami kedua belah pihak. Tulisan ini bertujuan agar tercipta persaingan sehat antarpenjual komputer dan pelayanan yang baik kepada konsumen Ir Edo Damarji (Ketua) *** Antek Kolonialis Inti Surat Pembaca tulisan Pak Hartoto 12 Maret 2005 adalah "ganyang Malaysia". Benar seruan Bung Karno beberapa puluh tahun lalu yaitu Ganyang Malaysia, modernisasi ABRI, jaga harga diri bangsa bahwa kita bukan bangsa tempe/kuli. Juga hentikan cakar-cakaran politikus/partai dan hentikan korupsi, hukum berat koruptor. Inilah sikap jiwa seorang nasionalis sejati, semoga sifat dan sikap bangsa kita yang nasionalistis bangkit lagi. Sangat dimungkinkan niat menjarah Ambalat oleh Malaysia, dicukongi negara kolonialis yang pernah memenangkan sengketa Sipadan dan Ligitan di Mahkamah Internasional karena disuap jutaan pundsterling. Kita harus tegas, Ambalat adalah milik NKRI dan jangan mau kasus ini dibawa ke Mahkamah Internasional di Den Haag Belanda yang dekat dengan Inggris bekas penjajah Malaysia. Kita tahu Malaysia merdeka bukan karena perjuangan berdarah, tetapi pemberian Inggris. Tentu saja ada maksud dibalik itu. Niat Malaysia menjarah Ambalat karena ada sumber minyaknya. Apakah bekas penjajahnya akan mendirikan Anglo-American Petrollum Maskapai di sana, bisa jadi. Kasus ini memotivasi Pemerintah dan bangsa Indonesia untuk selalu memperhatikan pulau-pulau terpencil agar penduduknya merasa menjadi bangsa Indonesia. Untuk itu kalau perlu ada pos-pos TNI yang dilengkapi perangkat modern demi keutuhan NKRI. Kita tidak hanya mengganyang neo kolonialis, tetapi juga menyikat sekelompok bangsa sendiri yang anti-Pancasila, anti-Indonesia Raya dan anti-Merah Putih yang akan mengganti dengan dasar negara lain seperti DI, TII, RMS. Sekarang mereka sedang bergolak baik secara sembunyi maupun terang-terangan dengan berkamuflase pada keyakinannya. He...Bangsaku... waspadalah... Moeljono HP *** Jembatan Kartini Rencana Pemkot Semarang membuat jembatan Jl Kartini, kelihatannya terkatung-katung. Pada tahun anggaran 2003 sudah dianggarkan tetapi batal, juga pada 2004 tertunda lagi. Kabarnya tahun 2005 sudah dianggarkan pula, semoga saja tidak batal lagi. Sebenarnya jembatan Kartini sangat urgen, karena kecuali mengakses ke masjid Agung Jawa Tengah, juga untuk mengurangi kepadatan jembatan Jl Alteri Citarum dan jembatan Kabluk Jl Majapahit. Juga berdampak penataan PKL di Jl Kartini yang sekarang ini semakin semrawut. Nasib calon jembatan Kartini memang sial. Pada kira-kira tahun 1950 pernah akan dibangun, bahkan kerangka jembatan dari Banjirkanal Barat sudah diusung ke Jl Kartini. Entah mengapa tidak jadi dan kerangka tersebut diambil lagi. Sekarang ini satu-satunya jembatan yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua sudah sangat parah, namun kepadatan pemakai makin meningkat. Solusinya kalau memang belum dapat dibangun jembatan baru, kiranya dibuatkan jembatan roda dua yang kokoh. Oentoeng Soetjipto *** Tipuan Voucher Awal bulan ini pukul 14.00 ibuku ditelepon orang mengaku dari Telkom pusat yang menyatakan ibuku memenangkan undian mobil Karimun dalam rangka promosi Gebyar Telkomsel. Syaratnya ibu harus beli voucher isi ulang Simpati 25 lembar a Rp 100 ribu, fotokopi KTP/KK/rekening telepon dan dikirim hari itu juga paling lambat 17.00. Ibuku tidak curiga karena tidak akan ada uang yang terambil sehingga syarat dipenuhi. Menurut informasi, voucher isi ulang itu akan diganti bila hadiah mobil sudah diantar ke rumah. Pukul 16.15 ayah pulang dari luar kota dan kami curiga karena voucher disuruh menggosok dan menyebutkan nomornya semua. Hal ini berarti semua pulsanya akan terambil oleh penelepon. Kemudian ayahku menelpon keponakannya yang bekerja di Telkomsel pusat, ternyata jawabannya sbb: Telkomsel tidak menyelenggarakan undian dengan cara itu. Jangan percaya undian melalui telepon maupun SMS. Kalau memang ada pemenang undian pasti disurati resmi dan diminta hadir di Jakarta. Kejadian tersebut merupakan upaya penipuan, tidak perlu dituruti perintahnya. Dengan informasi ini, kami tidak jadi tertipu. Saat kami mengembalikan voucher ke penjualnya, dia menyatakan sebelumnya sudah ada yang tertipu. Pembaca agar waspada dan tidak mudah tertipu. Dyah Renaningtyas *** Jawaban Polres Batang Kami ucapkan terima kasih kepada Sdr Maiful Muhammad yang mengkritisi kinerja Polres Batang lewat Surat Pembaca 29 Maret 2005 berjudul ''Untuk Kapolres Batang''. Berikut penjelasan atas pertanyaan Sdr. Mengenai keberadaan No HP kami tidak bisa menjawab karena Sdr tidak mencantumkan nomornya. Soal petunjuk administrasi bagi setiap anggota sudah dibekali dengan buku petunjuk teknis tentang standar pelayanan kepada masyarakat. Sedang larangan pembelian bensin pada hari Minggu tanggal 27 Februari 2005 tidak ada. Yang ada, menjelang kenaikan harga BBM Polri meningkatkan kegiatan pengawasan terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan peredaran dan penimbunan BBM. Tentang kuitansi, jelas tidak bisa digantikan dengan nomor HP. Selaku Kapolres Batang kami mengucapkan terima kasih atas informasi yang Sdr sampaikan dan selanjutnya akan kami selidiki kebenarannya. Bila benar maka oknum Polisi tersebut akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku. Kami akan senang bila Sdr bersedia hadir ke Polres Batang untuk konfirmasi. Kepada masyarakat umumnya kami imbau agar berani berkata tidak, bila ada oknum Polisi yang meminta uang secara tidak sah. Dengan demikian akan sangat membantu upaya perbaikan kinerja Polri, sesuai dengan yang diharapkan masyarakat dan pimpinan Polri. Kapolres Batang |